BANTENRAYA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Provinsi Banten Dede Rohana Putra melakukan reses masa sidang kedua tahun sidang 2025-2026 di RW 03 Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon pada Jumat, 6 Februari 2026.
Reses digelar di rumah Tokoh Warga yakni Abdul Aziz dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, serta remaja.
Dede Rohana atau yang juga sering dijuluki sebagai Dewan Viral juga memaparkan hasil kerja-kerja DPRD Provinsi Banten.
Warga yang menjadi peserta reses juga tampak antusias menyimak pemaparan Dede Rohana.
Setelah itu, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya.
BACA JUGA: Kursi DPRD Cilegon Berpotensi Bertambah Jadi 45, Dapil Ciwandan-Citangkil Bakal Mekar
Dede Rohana menjelaskan tugas DPRD Provinsi Banten dalam memerjuangkan hak-hak rakyat, serta apa saja yang boleh diusulkan oleh masyarakat ke Anggota DPRD.
“Reses ini karena anggota Dewan harus ketemu masyarakat, harus ngobrol. Kalau ada usulan, harapan masyarakat, bisa disampaikan ke kami. Tapi, yang sifatnya kolektif untuk masyarakat, bagaimana agra jalan lebar, bagaimana agar pengangguran berkurang, itu lah yang kami perjuangkan, kebutuhan masyarakat secara kolektif,” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Pada kesempatan itu, warga bernama Abdul Aziz juga diberikan kesempatan menyampaikan aspirasinya. Abdul Aziz memohon agar Dede Rohana dapat membantu dalam pembangunan Balai Warga.
“Kami warga ingin adanya Balai Warga. Saat ini di Periuk belum ada Balai Warga,” tuturnya.
Warga Periuk yang lain, Arif Setiadi turut mengusulkan permasalahan infrastruktur, diantaranya untuk pengerukan sungai irigasi yang menjadi penyebab banjir.
“Di lingkungan kami, di RT 04 dan RT 02 berbatasan dengan Cilegon Center Mall, yang kita ajukan normalisasi sungai, ketika hujan air di sungai meluap tinggi dan juga dibangun TPT (Tembok Penahan Tanah) untuk mencegah air masuk ke rumah-rumah warga. Dan juga sungai irigasi sangat dangkal dan perlu dinormalisasi dan dibuatkan TPT baru,” harapnya.
BACA JUGA: DPRD Provinsi Banten Minta PT Vopak Sampaikan ke Publik Terkait Kepulan Asap Jingga
Perwakilan Perempuan warga Periuk yang juga hadir dalam Reses tersebut juga diberikan kesempatan menyampaikan aspirasinya.
Mamay menyebut jika masalah pengangguran masih menjadi permasalahan warga Lingkungan Periuk.
“Terkait masalah lapangan kerja. Suami saya ketika mau Lebaran off kerja, tapi kalau Lebaran sudah, nanti diambil (kerja) lagi buat kerja lagi, jadi bagaimana solusinya Pak Dewan,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan warga, Dede Rohana mengaku akan memerjuangkan pembangunan Balai Warga, jika memang ada tanah yang merupakan aset pemerintah, maupun hibah atau wakaf dari masyarakat atau pun perumahan.
“Insha Allah kalau ada lahannya kami usulkan pembangunan. Yang penting syaratnya ada lahannya baik lahan pemerintah, atau wakaf, nanti kita perjuangkan untuk masyarakat,” ucapnya.
BACA JUGA: Datang Bawa Solusi, Gerindra Jawab Mimpi Warga Petir yang Rumahnya Nyaris Roboh
Sementara itu, terkait dengan normalisasi sungai, Dede mengaku telah berdiskusi dengan berbagai pihak dalam penanganan banjir, yang memerlukan anggaran sekitar lima persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.
“Terkait dengan penanganan banjir saya sudah berdiskusi dengan berbagai stakeholder, untuk karena butuh anggaran minimal lima persen dari APBD, untuk penanganan banjir itu. Solusinya harus menambah anggaran, Insha Allah sudah saya sampaikan ke Pak Gubernur,” ujarnya.
Menanggapi usulan pengangguran, Dewan Viral ini mendorong adanya industri padat karya di Kota Cilegon. Serta, adanya Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi salah satu mengurangi pengangguran.
“Insha Allah sebagai pemerintah kita tidak diam. Bagaimana kita mendatangkan investor, pelaku usaha datang ke Banten, industri padat karya. Sekarang ada MBG (Makan Bergizi Gratis), satu dapur memekerjakan sekitar 40 sampai 50 orang, itu upaya mengurangi pengangguran, tapi tidak cukup dengam MBG saja. Insha Allah kita terus melakukan promosi investasi ke berbagai Negara,” ujarnya.***

















