BANTENRAYA.COM – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta memang punya cara sendiri untuk bisa terus mesra dengan sang istri Siti Faridah.
Sanuji Pentamarta bukan saja pandai merangkai puisi untuk sang istri namun juga ternyara jago main pelesetan lagu.
Bahkan, di Instagramnya @sanujipentamarta, Sanuji Pentamarta juga kerap melayangkan pujian dan gombalan untuk sang istri.
Baca Juga: Beredar Surat Undangan Isro Miraj Balon Walikota Bersama Ratu Ati, Golkar Cilegon Pilih Tutup Mulut
Bahkan, para warganet dibuat geleng-geleng dengan kemesraaan keduanya yang selalu saja akur mendukung satu sama lain.
Baru-baru ini, Sanuji Pentamarta melemparkan gombalan yang memplesetkan lagu milik Duo Anggrek dengan judul Cikini Gondangdia.
Barikut dikutip Bantenraya.com pada Jumat 17 November 2023, bagaimana Sanuji menyampaikan gombalan kepada Siti Faridah yang mendapatkan banyak pujian dari warganet.
Baca Juga: Akhiri Masa Jabatan Sebagai Walikota Serang, Syafrudin Bakal Dilepas di Tempat Suci Ini
Untuk membuat sang istri salting, Sanuji pun sempat-sempatnya mempelesetkan lagu Cikini Gondangdia yang dipopulerkan oleh Duo Anggrek, begini liriknya.
Cikini ke Gondangdia.
Dari sini kita tetap berdua.
Pagebangan ke Ramanuju.
Walau ada rintangan kita tetap maju..
Pulo Ampel menuju Anyer
Kita selalu nempel ya, yg lain jangan ge’er.
Baca Juga: Apa Itu College Brawl Games yang Viral di TikTok, Ternyata Berpotensi Kebocoran Data?
Hal itu sontak membuat warganet mengagumi apa yang dilakukan Sanuji Pentamarta.
“Semoga sehat dan langgeng sampai maut memisahkan,” tulis akun @adebonpi’s menyatakan.
“Jiah, terasa pengantin baru Pak Ustad,” ucap @aziekoswara’s.
“Mantap pak… Tapi kalau boleh pendapat ujungnya jangan kata geer ya pak diganti baper,” ujar akun @cicirahmawati97’s
“Masyaallah,barakallahu. Nyanyian yah boleh juga pak” ucap akun @ati40181’s.
Sebelumnya, Sanuji Pentamarta juga menyampaikan hal yang sangat romantis untuk istrinya.
Sanuji mengutip salah satu syair milik Kahlil Gibran sebagai berikut.
Baca Juga: Ending The Escape of the Seven Episode 17: Akhir Kisah Uhm Ki Joon dan Kawan-kawan
“Ada yang lebih indah daripada hari-hari yang dinaungi cinta. Dan tak ada yang lebih menyakitkan, daripada malam-malam penuh ketakutan, karena ditinggalkan kekasih. Khalil Gibran,” tulis Sanuji. ***











