BANTENRAYA.COM – Kendala gagalnya cair di insentif kedua ini banyak sekali dikeluhkan bagi peserta Prakerja khususnya gelombang 48 yang diketahui gelombang terakhir.
Penyebab gagalnya cair tersebut berawal dari keterangan gmail yang memberikan info jika dana insentif terputus secara otomatis dari pihak Prakerja.
Sebelumnya dana insentif sempat cair pada awal-awal Oktober 2022 akan tetapi kendala gagal cair terjadi pada November hingga sekarang.
Sehingga banyak sekali yang mengeluhkan kendala tersebut, kendala yang menunjukkan gagalnya cair itu tertuju pada NIK KTP yang tak sama dengan akun E-wallet yang dimiliki peserta.
Namun jika kita simak dari keterangan di atas itu akun E-wallet seharusnya aman-aman saja lantaran pada saat mendaftar akun secara otomatis pihak E-wallet akan membaca NIK KTP yang telah sesuai dengan Disubcapil.
Akan tetapi kasus gagal cair itu mendapatkan respon yang tak mengenakan oleh warganet.
Sampai-sampai warganet pernah mencoba menghubungkan beberapa akun E-wallet yang sering digunakan bahkan akun rekening.
Baca Juga: Bukan ISIS, Pelaku Bom Bunuh Diri Terafiliasi JAD, Kapolri: Pelaku Pernah Ditahan…
Tapi mirisnya sistem prakakerja tetap saja menganggap jika nama tak sesuai dengan akun E-wallet padahal akun E-wallet tidak terjadi gangguan.
Tak luput dari masalah tersebut warganet juga menyimpulkan jika ada oknum yang memainkan sistem prakerja lantaran yang bisa memutuskan akun E-walleet adalah pihak peserta dan juga pihak sistem prakerja tersebut.
“Wah berarti akun prakerja sifatnya udah ga private lagi dong. Masa bisa masuk ke akun prakerja pribadi milik orang lain Dan mutusin rekening orang lain secara sepihak, tanpa di kasih tau dulu ke Pemilik akun nya,” tutur warganet.
“Siapa lagi kalau bukan orang dalam. Kan yang bisa mutusin rekening cuma Pemilik akun Dan orang dalam aja. Bau bau ke janggalan cuma beda spasi aja di masalah kan. Pihak e wallet kan mengikuti KTP. Sedang kan KTP kan di buat dari Dukcapil. Ga nih ada yg aneh,” ujar warganet.
Dari kejadian itu kini pihak prakerja menyarankan untuk tetap teliti dalam pengisian data didashbor akun prakerja masing-masing, dikutip Banteraya.com dari akun Instagram prakerja, Rabu 7 Desember 2022.
Akun itu juga menyarankan 2 solusi agar dana insentif kedua bisa cara dengan cara sebagai berikut:
Baca Juga: UPDATE Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, 10 Polisi Jadi Korban, 1 Meninggal Dunia
Solusi pertama.
– Tetap tenang dan jangan panic
– Pastikan nama akun prakerja sesuai dengan nama E-wallet hingga akun rekening Bank BNI dan BCA.
Contoh penamaan agar insetiv tetap cair.
Muhamad vs Muhammad
Achmad vs Ahmad
Mohammad vs Muhamad
-Jika ternyata ada perbedaan, segara hubungi cs dari mitra pembayaran BCA, DANA, LINKAJA,OVO hingga BNI
-Verifikasi ulang identitas dengan menguhubungi cs
– Pastikan nama kamu sesuai yang telah didaftarkan
Solusi Kedua
-Tetap tenang dan jangan panik
-Membuat akun baru dengan syarat nomor yang berbeda dan juga NIK ktp yang belum digunakan sama sekali di platform E-wallet.***















