BANTENRAYA.COM – Sebanyak 24 pelajar di Kota Cilegon digaruk Petugas dari Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja atau Satpol PP Kota Cilegon, Kamis, 8 September 2022.
Razia yang dilakukan oleh Petugas Dinas Satpol PP Kota Cilegon dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban umum.
Beberapa lokasi razia seperti ruang terbuka hijau, pohon rindang di sekitar Krakatau Junction, warnet, rental playstation serta beberapa warung kopi yang dicurigai tempat nongkrong.
Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur melalui Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Farul Oktavian mengatakan, razia dilakukan dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban dikalangan pelajar.
“Kami melaksanakan kegiatan penertiban pada waktu jam sekolah di empat kecamatan di wilayah Kota Cilegon yaitu Purwakarta, Jombang, Cilegon Cibeber,” kata Faruk kepada Bantenraya.com.
Dalam razia ini, kata Faruk, beberapa pelajar berupaya melarikan diri dari Petugas Satpol PP Kota Cilegon.
“Sejumlah pelajar yang bolos sekolah untuk kabur dari razia Satpol PP, gagal. Mereka dikepung saat berada di Krakatau Junction karena keluyuran di jam pelajaran,” kata Faruk.
Faruk menjelaskan, para pelajar yang rata-rata sedang nongkrong tersebut berasal dari berbagai sekolah.
“Mereka yang kaget dengan kedatangan petugas, mencoba melarikan diri. Namun upayanya sia-sia karena anggota Satpol PP lebih cekatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Sinetron Takdir Cinta yang Kupilih SCTV Episode 7 dan 8: Gegara Ini, Hakim Cemburu Pada Novia?
Lebih lanjut, kata Faruk, beberapa pelajar yang bergerombol di area fasilitas umum dan tempat-tempat lainnya tak luput menjadi sasaran razia.
“Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga situasi ketertiban dan ketentraman masyarakat, sekaligus mengawal kebijakan kegiatan belajar di sekolah-sekolah di wilayah Kota Cilegon,” urainya.
Menurut Faruk, para pelajar yang terjaring razia tersebut selanjutnya diberi pengarahan dan pembinaan dikantor Satpol PP Kota Cilegon
“Kami terus melaksanakan patroli untuk menciptakan kondisi ketentraman dan ketertiban umum masyarakat berupa razia anak sekolah dan razia lainnya,” tandasnya.
Faruk mengungkapkan, dari hasil patroli ditemukan sebanyak 24 pelajar di berbagai fasum dan warung internet.
“Ada 20 siswa dan 4 siswi. 2 siswi kami ciduk di KJ (Kawasan Krakatau Junction) ada yant di fasum lainnya, ada yang di warnet, ada warung kopi,” ucapnya.
Dalam memindak pelajar yang keluyuran di jam sekolah tersebut, lanjut Faruk, pihaknya memanggil orang tua dan guru untuk bisa hadir di kantor Dinas Satpol PP.
“Bagi pelajar yg terkena razia tersebut, semoga kedepan tidak ada lagi pelajar yang berkeliaran di jam sekolah. Kami sudah melakukan pembinaan,” ujarnya.***




















