BANTENRAYA.COM — Pasar Jedogan tradisi tahunan jelang Hari Raya Idul Fitri siap digelar di sepanjang Jalan Maulana Hasanuddin, tepatnya di Kawasan Pasar Lama, Kota Serang, 17 hingga 19 Maret 2026.
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang selaku penyelenggara Pasar Jedogan bakal membuka 180 stan pedagang dan 50 pedagang emperan untuk memeriahkan acara tersebut.
Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, persiapan pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
BACA JUGA: Jelang Lebaran 2026, 16 Ribu Unit Kendaraan Lalui Pelabuhan Ciwandan
Panitia hanya tinggal mematangkan pembagian tugas serta melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan petugas di lapangan.
“Kami tinggal mengumpulkan para volunteer untuk mengurai tugas-tugas yang akan dilakukan oleh teman-teman volunteer, sekaligus mengecek kembali kesiapan para petugas,” kata Wahyu, Minggu 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan akan ditutup sementara, lantaran Pasar Jedogan akan dipusatkan di Kawasan Pasar Lama. Penutupan jalan guna mendukung kelancaran kegiatan.
“Pasar Jedogan rencananya digelar selama tiga hari dari 17, 18, dan 19 Maret 2026, di kawasan Pasar Lama Kota Serang. Direncanakan mulai dari Aneka Swalayan hingga ke Blok D akan ditutup, karena akan dijadikan untuk tempat Pasar Jedogan,” jelas dia.
Wahyu menuturkan, pedagang yang akan berjualan di Pasar Jedogan berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner hingga fesyen. Seluruh aktivitas perdagangan akan tersebar di sepanjang kawasan Pasar Lama, dari Aneka Swalayan hingga Blok D.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga melibatkan sejumlah relawan yang bertugas membantu menjaga kebersihan serta keamanan selama acara berlangsung.
“Volunteer akan membantu baik dari sisi kebersihan maupun pengamanan,” tuturnya.
Ia menerangkan, konsep kegiatan Pasar Jedogan tahun ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan sebelumnya, seperti saat peluncuran kawasan Royal Baroe maupun kegiatan night market yang pernah digelar Pemerintah Kota Serang.
“Konsepnya masih sama tidak ada yang berubah,” terang Wahyu.
Wahyu menegaskan, dari ratusan stan pedagang itu pihaknya memprioritaskan pedagang lokal, khususnya pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya dipindahkan ke kawasan Kepandean. Pemerintah juga memastikan tidak membuka kesempatan bagi pedagang dari luar daerah.
“Yang diprioritaskan adalah pedagang yang sebelumnya dipindahkan ke Kepandean. Selebihnya kami tidak menerima pedagang dari luar daerah,” tegas dia.
Meski demikian, lanjut dia, pedagang dari kawasan Kepandean tetap diperbolehkan ikut berjualan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pedagang yang terdampak penataan sebelumnya.
“Termasuk pedagang yang di Pasar Kepandean itu kita prioritaskan, karena mereka kan terdampak penataan Royal,” ungkapnya.
Wahyu memperkirakan potensi transaksi selama pelaksanaan Pasar Jedogan cukup besar. Dalam tiga hari kegiatan, nilai transaksi diperkirakan dapat mencapai Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar.
“Walaupun harga barangnya relatif murah, seperti Rp 20 ribu atau Rp 30 ribu, tapi jumlah transaksi cukup besar,” papar Wahyu.
Ia menambahkan, pemerintah tidak menargetkan pendapatan daerah dari kegiatan tersebut.
“Retribusi yang dikenakan kepada pedagang hanya mengikuti ketentuan yang berlaku tanpa pungutan tambahan,” tandas dia.
Rencana Pasar Jedogan bakal digelar disambut antusias oleh salah seorang warga Kota Serang, Sari.
Menurut dia, kegiatan tersebut selalu menjadi salah satu tujuan warga untuk berbelanja menjelang Lebaran.
“Kalau ada Pasar Jedogan biasanya ramai dan banyak pilihan barang dengan harga murah. Jadi bisa belanja kebutuhan Lebaran tanpa harus jauh-jauh,” ujar Sari. ***











