BANTENRAYA.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah atau DPKD Kabupaten Serang berencana memperluas spot baca digital untuk mendongkrak minat baca masyarakat di Kabupaten Serang.
Spot baca digital tersebut saat ini hanya ada di tiga tempat di SDN 1 Anyer, SDN Cimasuk, Kecamatan Cikande, dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Serang.
Kepala Bidang Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang Iim Rohimudin mengatakan, spot baca digital di Kabupaten Serang belum berkembang karena banyak masyarakat yang belum tahu.
“Untuk spot baca sejauh ini memang masyarakat masih belum tahu cara penggunaanya,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2025.
“Karena spot baca digital ini menggunakan barcode dan sangat berbeda dengan di aplikasi e-Library di Serang Tatu (Kabupaten Serang terlayani satu pintu,” katanya.
Ia menjelaskan, spot baca digital ini hanya bisa diakses dengan jarak satu kilometer dari titik lokasi dan sampai saat ini belum banyak masyarakat yang mengakses.
Baca Juga: Jaringan Global dan Solusi Keuangan Inovatif, cara Jitu BRI Perkuat Para Pekerja Migran
“Spot baca digital ini baru ada di SDN 1 Anyer, SDN Cimasuk, Kecamatan Cikande, dan MPP, kekuatan sinyalnya hanya bisa sejauh 1 kilometer saja,” tuturnya.
“Untuk jumlah pengakses masih sangat minim yaitu baru 146 orang,” katanya.
Ia menuturkan, untuk tahun 2025 ini pihaknya berencana menambah titik spot baca di daerah-daerah terisolir khususnya di pulau-pulau yang ada di Kabupaten Serang.
Baca Juga: Sumber Harta Kekayaan Menpar Widiyanti Putri, Menteri Paling Tajir di Kabinet Prabowo-Gibran
“Rencana kita akan menambah titik spot baca sesuai arahan Pak Kadis (Aber Nurhadi-red) seperti di Pulau Panjang dan di Pulau Tunda,” tuturnya.
“Kita akan menambah empat titik spot baca khususnya di tempat- tempat terpencil tapi memang kondisinya sudah ada jaringan,” jelasnya.
Iim menambahkan, pihaknya juga berupaya melakukan sosialisasi untuk meningkatkan masyarakat yang mengakses spot baca digital yang saat ini terbilang masih cukup rendah.
Baca Juga: Bulan Puasa Bingung Mau Ngapain? Yuk Ikut Relawan Ramadan Cahaya Zakat di Baznas Banten
“Tujuan kita untuk memperkenalkan supaya masyarakat tahu bahwa kita tidak harus membeli buku untuk membaca, karena di era digitalisasi ini ada berbagai macam e-book termasuk spot baca digital ini,” ucapnya.
“Untuk tahun ini kita akan menambah kurang lebih 800 sampai 1.000 judul buku,” paparnya.
Ia mengungkapkan, dalam satu titik spot baca masyarakat bisa mengakses sebanyak 200 judul buku yang terdiri dari buku cerita anak, ilmu pengetahuan, sejarah, dan lain sebagainya.
Baca Juga: GRATIS! Link Streaming Hyundai Hillstate vs Red Spark, Liga Voli Korea Hari Ini 22 Januari 2025
“Rata-rata 1 spot baca digital itu jumlahnya ada 200 judul buku, jadi dari tiga titik ini baru ada 600 judul buku yang berbeda,” ujarnya.
“Jenisnya macam-macam seperti buku cerita untuk anak, dan buku-buku yang bisa menambah kreatifitas pembaca,” tuturnya. ***










