BANTENRAYA.COM – Sebuah insiden kecelakaan kapal laut kembali terjadi di Perairan Pulau Tinjil, Kabupaten Pandeglang.
Sebanyak tujuh Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Ikan Cakalang asal Pekalongan dilaporkan terjatuh di sekitar Perairan Pulau Tinjil.
Kelima korban selamat kecelakaam kapal itu ditemukan nelayan di dua lokasi berbeda, yaitu tiga orang ABK di Pesisir Desa Rancapinang, dan dua orang ABK di Desa Batuhideung.
Kepala Desa Rancapinang, M Epan Kusmana membenarkan, dari tujuh ABK yang terjatuh ke laut, lima orang berhasil menyelamatkan diri. Namun dua orang ABK belum ditemukan.
“Kelima orang ABK ditemukan oleh nelayan terdampar di pesisir pantai, sementara dua orang ABK masih dalam pencarian oleh tim SAR,” kata Epan, Jumat 1 Agustus 2025.
Kata Epan, berdasarkan laporan dari ABK, kejadian kapal terdampar pada Rabu 30 Juli 2025, laporan diterima pada Kamis 31 Juli 2025.
Baca Juga: Putus Cinta, Santri di Serang Tenggak Obat Anti Mual di Perjalanan Dosis Tinggi Berujung Tewas
Dari laporan itu, pihaknya segera melaporkan kepada tim SAR gabungan untuk membantu ABK yang hilang.
“Tim SAR sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian, asesmen dan berkoordinasi dengan unsur-unsur terkait di lapangan,” ujarnya.
Adapun identitas korban selamat yang telah berhasil dievakuasi, yakni :
1. Satrio (35 tahun), ditemukan di Desa Rancapinang.
2. Restu (19 tahun), ditemukan di Desa Rancapinang.
3. Aldi (23 tahun) – Selamat, ditemukan di Desa Rancapinang.
Baca Juga: Cegah Warga Terjerat Pinjol dan Judol, Pemkab Serang Gandeng OJK Lakukan Ini
4. Mr. X, ditemukan di Desa Batuhideung.
5. Mr. X, ditemukan di Desa Batuhideung.
“Sementara dua korban lainnya yang masih dinyatakan hilang saat ini masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan,” terangnya.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian dua korban yang belum ditemukan.
Baca Juga: Fitur Kemitraan OSS Fasilitasi Pengusaha Lokal Ambil Bagian Investasi di Kota Cilegon
Kondisi cuaca di lokasi cerah berawan, dengan gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter dan kecepatan angin berkisar 20–30 knot, yang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian. ***









