BANTENRAYA.COM – Kawasan menuju Sungai Semenanjung Ujung Kulon ditutup Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
Penutupan dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus perburuan Badak Jawa.
“Iya ditutup bagi semua kegiatan apapun, dan hal ini diberlakukan untuk mencegah para pemburu Badak Jawa yang berpura-pura memanen madu, mengambil biota laut, wisata ziarah, dan berburu burung,” kata Ardi Andono, Kepala Balai TNUK Kabupaten Pandeglang, Minggu 23 Februari 2025.
Baca Juga: Penjual Nasi Goreng di Pandeglang Diciduk Polisi, Diduga Sodomi Bocah 12 Tahun Puluhan Kali
Ardi menjelaskan, penutupan jalur menuju kawasan Sungai Semenanjung sangat rawan disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Apalagi Balai TNUK, saat ini telah menerapkan sistem pengamanan Fully Protected Area (FPA) di kawasan Ujung Kulon.
“Para pemburu Badak Jawa sering kali masuk melalui jalur muara sungai, diantaranya para pemburu badak yang telah di vonis, dan para pemburu burung yang sedang di sidang saat ini. Makanya kita terapkan pengamanan FPA,” jelasnya.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Rp1,2 Triliun, Pemprov Banten Pastikan Tidak Ganggu Program Prioritas
Kata Ardi, penutupan menuju sungai tersebut menggunakan pohon. Dengan harapan menjaga kawasan Ujung Kulon dari kegiatan-kegiatan yang tidak diinginkan.
Termasuk perburuan Badak Jawa, maupun hewan-hewan yang berada di dalam kawasan TNUK.
“Penutupan juga dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati yang ada di kawasan Ujung Kulon. Jadi kini telah dilakukan penutupan beberapa sungai, dan muara di Semenanjung Ujung Kulon menggunakan batang langkap pohon pinang,” ujarnya.
Baca Juga: Wagub Banten Dimyati Natakusumah Tegaskan Komitmen Wujudkan Sekolah Gratis
Dikatakannya, penutupan tersebut aman dilalui oleh hewan. Namun yang tidak boleh masuk kawasan adalah perahu.
“Penutupan ini tidak menghalangi satwa yang mau lewat maupun melalui air, karena dibuat sedemikian rupa agar hanya perahu saja yang tidak bisa masuk, karena kadang Semenanjung Ujung Kulon digunakan nelayan untuk berlindung dari hantaman ombak, angin kencang, dan cuaca ekstrim di sekitar muara sungai,” imbuhnya.
Ardi mengajak, masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan TNUK. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari komitmen Balai TNUK menjaga kelestarian Ujung Kulon sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia, khususnya konservasi Badak Jawa.
Baca Juga: Tiga Hotel Aston di Banten Hadirkan Makan Malam Ekslusif Selama Ramadan Mulai dari Rp228 Ribu
“Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk keberhasilan langkah ini demi melindungi satwa liar, dan memastikan kelangsungan ekosistem alami terjaga dan terlindungi,” harapnya. ***
















