BANTENRAYA.COM – Sekda Provinsi Banten Al Muktabar kembali diusulkan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Banten ke Kementerian Dalam Negeri oleh DPRD Provinsi Banten. Sebelumnya, DPRD Provinsi Banten juga mengusulkan Al Muktabar sebagai Pj Gubernur Banten.
Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni membenarkan bahwa DPRD Provinsi Banten kembali mengusulkan Al Muktabar sebagai Pj Gubernur Banten untuk periode ketiga. Keputusan DPRD Provinsi Banten ini menurut Andra sudah merupakan kesepakatan dalam rapat pimpinan DPRD Provinsi Banten.
“Kami melakukan rapim pada tanggal 31 Maret, dengan segala pertimbangan, rapim memutuskan untuk mengusulkan Sekda Banten (untuk jadi Pj Gubernur Banten-red),” ujar Andra.
Baca Juga: Drakor Lovely Runner Episode 4 Sub Indo: Spoiler Beserta Link Nonton Full Movie Bukan Bilibili
Andra mengatakan, Al Muktabar diusulkan kembali sebagai Pj Gubernur Banten karena DPRD Provinsi Banten minim informasi tentang siapa saja pejabat di pusat yang merupakan pejabat eselon I. karena hanya mengenal Al Muktabar, maka para anggota dewan memilih Al Muktabar untuk diusulkan menjadi Pj Gubernur Banten.
“Karena memang kami minim informasi terkait dengan pejabat-pejabat yang eselon 1 di pusat,” ujar Ketua Partai Gerindra Provinsi Banten ini.
Alasan itu juga yang menurut Andra yang menjadi salah satu penyebab mengapa DPRD Provinsi Banten hanya mengusulkan 1 nama, yaitu Al Muktabar sebagai Pj Gubernur Banten. Padahal, sebelumnya pada saat pertama kali ada tiga nama yang diusulkan oleh DPRD Provinsi Banten sebagai Pj Gubernur Banten.
Usulan nama Al Muktabar sendiri sudah disampaikan melalui surat resmi oleh DPRD Provinsi Banten ke Kementerian Dalam Negeri pada 1 April 2024 lalu. Domain pemilihan Pj Gubernur Banten sendiri menurut Andra adalah domain atau hak preogratif dari Presiden Joko Widodo. Sementara DPRD Provinsi Banten hanya menyodorkan nama sebagai alternatif.
“Sudah diserahkan ke Kemendagri karena dibatasi waktu sampai 1 April,” katanya.
Apakah ada pertimbangan lain saat menyodorkan nama Al Muktabar? Ditanya begini Andra hanya menjawab bahwa alasan pertama adalah karena Al Muktabar adalah Sekda definitif dari Pemprov Banten. Kedua, dengan kondisi yang ada, Andra menilai Al Muktabar adalah pejabat yang lebih siap untuk melanjutkan tugas dari pemerintah pusat sebagai Pj Gubernur Banten.
Baca Juga: Gegara Link Ujian Typing Alay Docs Google Form Kamu di Sebut Lebay? Intip Yuk Coba Berapa Skor
Andra mengungkapkan, sebelum mengusulkan nama Al Muktabar sebagai Pj Gubernur Banten, DPRD Provinsi Banten melakukan konsultasi ke Kemendagri RI terutama tentang penafsiran pasal dalam aturan di Undang-Undang Pemerintah Daerah tentang pj kepala daerah. Sebab dalam aturan itu, disebutkan bahwa penjabat kepala daerah (Pj bupati maupun Pj Gubernur) ditunjuk untuk masa jabatan selama satu tahun dan kemudian penjabat dapat ditunjuk kembali untuk tahun berikut, baik oleh orang yang sama maupun orang yang berbeda.
Yang kemudian menjadi pertanyaan, jika setelah dua kali menjabat sebagai pj kepala daerah apakah bisa kembali diusulkan dan menjabat sebagai penjabat kepala daerah? DPRD Provinsi Banten pun mendapatkan jawaban bahwa penjabat boleh diusulkan lagi untuk periode yang ketiga kalinya.
“Setelah konsultasi kami menerima surat susulan dan kemudian dengan mempertimbangkan bahwa Pj Gubernur adalah domainnya dari presiden, sehingga kami mengusulkan sebagai bahan pertimbangan presiden. cuma satu nama saja, Pak Al Muktabar,” ujar Andra.
Pengamat politik Syaeful Bahri mengatakan, Al Muktabar dinilai berhasil membangun kemitraan dan komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan stakeholder mitra Pemprov Banten. Salah satunya adalah DPRD Provinsi Banten. Hal ini terbukti DPRD Banten kembali merekomendasikan Al Muktabar menjadi Pj Gubernur Banten kembali untuk yang ketiga kalinya.
“Al Muktabar sukses menjalin kemitraan, misalnya dengan DPRD Banten. Buktinya lembaga DPRD Banten saja merekomendasikan Al Muktabar lagi,” katanya.
Syaeful juga menilai Al Muktabar sukses menciptakan suasana aman dan damai ketika kontestasi Pileg dan Pilpres 2024. Al Muktabar juga responsif terhadap sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, termasuk yang terakhir adalah kasus pengeroyokan seorang ustadz oleh oknum bank keliling.
“Sukseslah,” katanya singkat. ***














