BANTENRAYA.COM – Simak contoh teks pidato Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, yang cocok disampaikan di Sekolah.
Dua hari lagi, masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Rabu, 1 Juni 2022.
Biasanya pada saat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, kepala sekolah ataupun guru akan menyampaikan sebuah pidato.
Karenanya, contoh teks pidato Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 banyak dicari oleh para pembicara.
Maka dari itu simak terus artikel ini sampai selesai, untuk dapatkan 2 contoh teks pidato Hari Lahir Pancasila 2022.
Baca Juga: Kang Asep Jadi Kepala Kantor Bahasa Banten, Ini Sosoknya
Hari Lahir Pancasila selalu diperingati karena untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap dasar negara Indonesia.
Diperingati setiap 1 Juni karena pada tahun 1945 presiden Sukarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia.
Pidatonya tersebut sangat memukau para peserta, dan mendapatkan standing applaus.
Berikut Bantenraya.com sajikan 2 contoh teks pidato Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: Irisan Sadarkum dan Sadarkes, Kalut JKN
Contoh 1
Bismillah
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Alhamdulillah wa syukurillah. Hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih.
Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala Sekolah…
Yang saya hormati, Bapak/Ibu Dewan Guru
Dan teman-teman yang berbahagia;
Pertama di atas yang paling utama, marilah kita bersyukur kepada Allah atas curahan nikmat yang begitu besar sehingga kita bisa berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Shalawat berbingkaikan salam tiada lupa kita curahkan kepada Rasulullah Al-Akhirul Anbiya, Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapatkan pertolongan beliau di Hari Kiamat nanti.
Bapak, Ibu, dan teman-teman yang berbahagia;
Tiada terasa hari-hari begitu cepat berganti dan saat ini kita kembali mendapat kesempatan untuk singgah di momentum yang spesial.
Ya, Tanggal 1 Juni adalah momentum bersejarah bagi bangsa ini karena merupakan Hari Peringatan Lahirnya Pancasila.
Baca Juga: Skin Gratis! Berikut Ini Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2022 Terbaru
Tepatnya pada tanggal 1 Juni tahun 1945 lalu, Bung Karno sempat menyampaikan pidato tentang usulan dasar negara yang pada akhirnya menjadi tonggak lahirnya Pancasila.
Tapi, apa dan bagaimana cara kita memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila yang sejatinya terus-menerus dirayakan setiap tahunnya?
Bila kita berbicara tentang upacara, maka rasanya cukup banyak dari para pelajar, generasi muda, serta masyarakat bangsa ini yang mengikuti upacara.
Bila kita berbicara tentang siapa-siapa saja yang hafal dengan kelima sila Pancasila, maka sungguh ada ratusan juta orang di Indonesia yang hafal dan mampu mengucapkannya dengan lantang.
Tapi ketika kita berbicara apakah kesemua masyarakat Bumi Pertiwi sudah mampu memaknai dan mengamalkan setiap butir nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, maka untuk menjawab “iya” rasanya cukup sulit.
Baca Juga: Dua Bocah Nyemplung ke Sumur Sedalam 25 Meter di Cilegon, Begini Kondisinya
Bukan tanpa alasan. Bila kita saksikan di media sosial, media televisi, maupun media cetak masih banyak fenomena dan penyimpangan sosial yang mengarah kepada pelanggaran nilai-nilai Pancasila.
Sebut saja seperti berita pelajar yang kurang beradab kepada guru di sekolah, seorang anak yang memaksa orang tuanya memberikan uang untuk membeli kuota game online, tawuran, saling umpat di media sosial, dan masih banyak lagi.
Perilaku-perilaku menyimpang tersebut barangkali terlihat sepele dan masih bisa diatasi. Namun tanpa kita sadari, semakin bertambahnya kenakalan remaja dan perbuatan menyimpang di Indonesia adalah wujud dari kurang seriusnya bangsa ini.
Dalam memaknai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Maka dari itulah, setiap kali peringatan-peringatan nasipnal seperti Hari Lahirnya Pancasila tiba, kita harus menggelorakan kembali semangat nasionalisme dan semangat Pancasila.
Ada banyak cara untuk memaknai peringatan hari lahirnya Pancasila:
Pertama, mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila Ketika 1 Juni tiba, baik itu di sekolah, di rumah, atau pun di media sosial kita akan sering menjumpai ucapan-ucapan bertema Pancasila.
Ini adalah momentum yang bagus dan tepat bagi kita untuk mendaur ulang kembali pengetahuan tentang Pancasila, terutama pelajaran tentang apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.
Nilai-nilai seperti toleransi beragama, menerima keragaman, perilaku cinta tanah air, hingga semangat musyawarah perlu kita pelajari untuk kemudian dijadikan dasar dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: WASPADA! Pesisir Pantai Lebak Berpotensi Rob Mulai 30 Mei 2022
Kedua, menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari Cara kedua dalam memaknai Hari Lahir Pancasila adalah memantapkan diri untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sebelumnya kita belajar tentang apa saja butir nilai-nilai Pancasila, maka setiap materi yang kita pelajari itu perlu kita amalkan.
Karena jika cuma belajar namun tidak mengamalkan ilmu, maka kita sama saja seperti pohon yang tumbuh namun tak berbuah. Sangat sedikit manfaat dari pohon tersebut.
Ketiga, menyikapi setiap permasalahan dengan bijaksana dan meningkatkan semangat gotong royong Pancasila adalah dasar negara kita, maka dalam menyikapi permasalahan, fenomena,
penyimpangan, dan semua hal yang berhubungan dengan bangsa dan negara kita haruslah bijaksana.
Baca Juga: ESI Pandeglang Intensifkan Event dan Kejurda, Tia Rahmania: Agar Penghobi Game Berprestasi
Terhadap berita heboh, jangan kita terlalu cepat termakan oleh isu. Periksa dulu sebelum di-share kepada orang lain. Selain itu, sebagai bangsa yang besar kita perlu terus menggaukan semangat gotong royong.
Keempat, bangga dengan budaya, adat-istiadat, bahasa dan keanekaragaman daerah sendiri
Teman-teman yang berbahagia. Adapun cara berikutnya untuk memaknai Hari Lahir Pancasila adalah bangga dengan budaya, adat istiadat, bahasa, dan keanekaragaman dari kita sendiri.
Sebagai pelajar dan generasi muda, kita semestinya jangan terlalu mudah mengikuti budaya barat atau budaya barat. Sebaiknya kita memajukan budaya lokal, supaya aset negara ini tidak punah.
Teman-teman yang berbahagia;
Selain daripada cara yang saya sampaikan tadi, tentu banyak jalan lain yang bisa kita tempuh dalam memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila.
Baca Juga: Dua Bocah Nyemplung ke Sumur Sedalam 25 Meter di Cilegon, Begini Kondisinya
Pancasila memang lahir dan diperingati setiap tanggal 1 Juni, tapi bagi kita mengamalkan nilai-nilainya adalah setiap hari, kapan pun, dan di mana pun kita berada.
Bapak, Ibu, dan teman-teman yang berbahagia;
Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan dalam rangka memetik momentum peringatan Hari Lahirnya Pancasila. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah.
Saya akhiri;
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. warohmatullahi wabarokatuh.. ***















