BANTENRAYA.COM – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menuai banyak kritikan usai menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin tidak pantas untuk tetap berkuasa.
Pernyataan kontroversial dari Presiden AS Joe Biden muncul ketika berada di Warsawa, Polandia pada Sabtu, 27 Maret 2022.
Presiden AS Joe Biden menyebutkan bahwa pernyataannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin adalah ungkapan kemarahan moral terkait invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.
Baca Juga: Menko Airlangga Mendorong Penciptaan SDM Unggul yang Kreatif dan Cakap Digital
Joe Biden juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan dalam maksud perubahan kebijakan AS.
Meskipun menuai banyak kritikan, tetapi Biden tidak akan meminta maaf sedikit pun terhadap Putin, di mana perkataan itu ia sampaikan pada Senin, 28 Maret 2022.
Dikutip bantenraya.com dari AP News bahwa Biden menolak gagasan bahwa komentarnya dapat meningkatkan ketegangan atas perang di Ukraina.
Baca Juga: Lima Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Ustadz Abdul Somad
Bahkan, pernyatan yang keras dari Biden kepada Putin dapat memicu propaganda Rusia tentang agresi ke Barat.
“Saya berbicara tentang menjatuhkan Putin,” ujar Biden.
Kemudian, Biden menambahkan bahwa hal terakhir yang ingin ia lakukan adalah terlibat langsung dalam perang darat maupun perang nuklir dengan Rusia.
Baca Juga: Penderita Diabetes Diperbolehkan Puasa, Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi
“Orang-orang seperti ini seharusnya tidak menjadi negara penguasa, tetapi mereka melakukannya,” ungkap Biden.
Pernyataan pedas Biden langsung coba diklarifikasi oleh Gedung Putih dengan mengartikan bahwa maksud Biden ialah Putin tidak dapat diizinkan untuk menjalankan kekuasaan atas tetangganya atau wilayahnya.
Menteri Luar Negeri Antony Blinken dipaksa untuk terus mengklarifikasi pidato Biden selama perjalanan melalui Timur Tengah.
Baca Juga: Berikut Link Pengumuman Hasil SNMPTN 2022, Ajak Keluarga untuk Melihatnya!
Di mana Antony Blinken sedang berfokus pada penguatan kemitraan Amerika ketika pemerintah mencari perjanjian nuklir baru dengan Iran.
Berbicara pada konferensi pers di Yerusalem, Blinken mengatakan bahwa maksud Biden adalah Putin tidak dapat diberdayakan untuk berperang atau terlibat dalam agresi terhadap Ukraina atau siapa pun.
Biden sebelumnya telah melangkah lebih jauh dari yang diharapkan ketika berbicara tentang Putin, menggambarkannya sebagai penjahat perang.
Baca Juga: Bikin Pilu, Bocah Menangis di Depan Makam Sang Ayah
Pada saat pejabat pemerintah mengatakan bahwa mereka masih melakukan peninjauan atas masalah tersebut.
Meskipun Biden sering menggembar-gemborkan persatuan Amerika dengan sekutu Eropa sejak invasi ke Ukraina dimulai, namun pernyatannya telah menyebabkan ketidaknyamanan dengan menargetkan Putin di Warsawa.***
















