BANTENRAYA.COM – Dalam konteks politik Indonesia yang sering kali dihantui oleh skandal dan perilaku tercela, peneliti dari Akbar Tandjung Institute, Tardjo Ragil, menyebutkan bahwa narasi antikorupsi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada anggota kabinetnya adalah sebuah “oase”.
Menurut Ragil, hal ini mencerminkan upaya serius Prabowo untuk mengatasi realitas memilukan yang diungkapkan oleh mendiang Buya Syafii Maarif, bahwa banyak penyelenggara negara terjebak dalam cacat mental dan perilaku.
Ragil mengingatkan bahwa banyak pejabat publik yang terlibat dalam skandal korupsi maupun perilaku asusila.
Baca Juga: Ratu Tatu Chasanah Apresiasi Kader PKK Kabupaten Serang yang Turut Turunkan Stunting
Ia mengutip kasus terbaru di mana Kejaksaan Agung menangkap Zarof Ricar, mantan pejabat Mahkamah Agung, yang diduga menjadi makelar kasus.
Dalam penggeledahan, penyidik menemukan uang tunai sebesar Rp 920 miliar dan 51 kilogram emas batangan, menunjukkan betapa seriusnya masalah yang dihadapi.
“Baru-baru ini, misalnya, Kejaksaan Agung menangkap Zarof Ricar, bekas pejabat Mahkamah Agung, sebagai makelar kasus untuk mengurus kasasi perkara pidana Gregorius Ronald Tanur. Saat digeledah, penyidik Kejaksaan menyita uang Rp 920 miliar dan emas batangan sebanyak 51 kilogram,” tulis Ragil dalam kolom opini Kompas, dikutip Selasa, (29/10).
Baca Juga: Tinggal Klik! Link Live Streaming Red Sparks vs IBK Altos, Pertandingan Liga Voli Korea 2024-2025
Lebih lanjut, Ragil menilai bahwa penekanan Prabowo terhadap antikorupsi bukan hanya retorika semata, melainkan merupakan bentuk kesungguhan untuk meneruskan warisan nilai-nilai integritas dari keluarganya.
Prabowo berkomitmen untuk memastikan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berorientasi pada integritas dan prestasi, serta mengingatkan jajaran kabinet untuk menjaga kedua aspek tersebut.
Ragil menegaskan bahwa bagi Prabowo, integritas dan kapabilitas adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam membangun masa depan Indonesia.
Baca Juga: Berharap Korupsi Hilang Sampai Akarnya, Inspektorat Kabupaten Serang Datangkan KPK
Ia menekankan bahwa jika ada anggota kabinet yang tidak mampu memenuhi standar ini, sebaiknya mereka mundur dari jabatannya.
“Bagi Prabowo, integritas dan kapabilitas adalah syarat mutlak untuk membangun kejayaan Indonesia kedepan. Ibarat dua sisi mata uang, antara kapabilitas dan integritas itu saling melekat, tak bisa dipisahkan. Karena itu, apabila kelak ada jajaran kabinet merah putih yang performanya tak sanggup memenuhi kedua kriteria itu, sebaiknya mundur saja,” jelas Ragil.
Ke depan, Ragil berharap Prabowo dapat mengambil langkah-langkah tegas dan terukur untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.
Ia menekankan bahwa pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan publik hanya dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh penyelenggara negara yang memiliki integritas moral yang baik.
“Ini penting, mengingat tata kelola pemerintahan yang sepenuhnya diorientasikan pada keutamaan publik (bonum publicum), hanya bisa berjalan efektif manakala ditopang oleh para penyelenggara negara yang memiliki watak dan integritas moral yang baik,” tegas Ragil.***











