BANTENRAYA.COM – Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong masyarakat untuk terlibat aktif.
Salah satunya adalah melalui ajakan agar warga yang mampu ikut berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting di wilayahnya masing-masing.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, stunting masih menjadi tantangan serius di sejumlah daerah, terutama pada keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan nutrisi anak.
BACA JUGA: Kawasan Wisata Anyar-Cinangka Diprediksi Aman Saat Nataru
Oleh karena itu, kehadiran masyarakat sebagai pendukung dinilai mampu memperkuat intervensi pemerintah.
“Orang tua asuh penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga berisiko stunting,” kata Tinawati, Jumat (5/12/2025).
Tinawati menyampaikan bahwa, Gubernur Banten Andra Soni dan dirinya telah berkomitmen menjadi orang tua asuh bagi sejumlah anak yang teridentifikasi stunting.
Langkah itu diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pemantik partisipasi publik yang lebih luas.
“Sebelum mengajak, pak gubernur dan saya sudah lebih dulu jadi orang tua asuh,” tegas Tinawati.
Tinawati juga mengatakan, dukungan masyarakat dapat mempercepat hasil program. Selain memastikan kecukupan gizi anak, kepedulian tersebut dinilai dapat mengurangi disparitas akses pangan bagi keluarga berpenghasilan rendah.
“Harapan kami, masyarakat yang mampu ikut berperan serta membantu sesama agar anak-anak Banten tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Anak DP3AKKB Provinsi Banten, Erminawati, menjelaskan bahwa, pola intervensi pemerintah tidak hanya berbentuk bantuan fisik, tetapi juga penguatan pemahaman gizi dan pola asuh.
Sosialisasi, kata dia, dilakukan secara masif untuk meningkatkan kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak masa kehamilan.
Menurutnya, penanganan stunting di Banten saat ini menunjukkan tren membaik. Sejumlah kabupaten dan kota telah menerima apresiasi dari pemerintah pusat berkat capaian positif dalam pelaksanaan program penurunan stunting.
“Apresiasi diberikan kepada Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon karena telah menunjukan kinerja dengan hasil yang positif,” jelasnya.***



















