BANTENRAYA.COM – Dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Se Dunia Tahun 2024, Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten mengadakan agenda Suluh Serentak Upaya Pencegahan Korupsi secara virtual yang diikuti oleh para penyuluh dan tenaga pendidik di Provinsi Banten.
Plt Kepala Inspektorat Provinsi Banten Ratu Syafitri Muhayati mengatakan, agenda tersebut merupakan upaya penanaman nilai-nilai anti korupsi di sektor pendidikan yang harus dimulai sedini mungkin.
Ia mengatakan, dengan penanaman nilai-nilai sedini mungkin, diharapkan perilaku yang menjurus pada tindakan korupsi itu bisa hilang.
“Ini adalah kegiatan dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi se-Dunia 2024 yang pesertanya terdiri dari siswa-siswi SMA SMK di Provinsi Banten dan juga para tenaga pendidik. Dengan adanya kegiatan ini, tentunya kita berharap agar para peserta dapat lebih mengerti dan tertanam budaya antikorupsi sejak dini. Sehingga dapat menerapkan prilaku jujur dan berkomitmen dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fitri yang juga merupakan Ketua Forum Penyuluh Anti Korupsi (Forpak) Banten, Jumat, 25, Oktober 2024.
Baca Juga: Ditarget Juara Umum, Pj Gubernur Banten Minta Kafilah MTQ Korpri Bersikap Santun
Fitri mengatakan, penyuluhan tentang budaya anti korupsi merupakan bagian daripada mencegah tindakan-tindakan yang berujung pada perilaku korupsi.
Sehingga, nilai-nilai integritas bisa tumbuh pada pribadi masing-masing.
“Kita fokusnya adalah pada pencegahan, dan ini merupakan bagian daripada kita saling mengingatkan satu sama lain. Selain menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini. Sehingga apabila nanti pada siswa-siswi ini sudah tumbuh dewasa dan menduduki posisi yang tinggi, memiliki integritas yang tinggi juga,” jelasnya.
“Nantinya dalam rangka kita menyambut Hakordia (Hari Anti Korupsi se-Dunia), kita juga akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional Perkumpulan Penyuluh Antikorupsi Nasional (Perpaksinas) se Indonesia, menggelar Rapat Koordinasi Inspektur Seluruh Indonesia serta peringatan Hakordia Tingkat Provinsi Banten Tahun 2024 yang akan dilaksanakan di Plasa Aspirasi KP3B. Tujuannya tentu untuk kita mencegah dan mengingatkan,” sambungnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis dan GPM, Warga Sangat Antusias
Sementara itu, Penjabat atau Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut dan berkomitmen penuh dalam tanamkan prilaku antikorupsi di berbagai lini sebagai implementasi penanaman prilaku antikorupsi dilakukan Pemprov Banten di sektor pendidikan, dunia usaha, stakeholder hingga masyarakat.
“Pemprov Banten selalu menggiatkan banyak hal dalam rangka segmentasi menyuarakan antikorupsi di semua sektor, seperti di dunia pendidikan kami telah meng-insert ke dalam kurikulum yang memuat pemahaman akan nilai-nilai antikorupsi. Kemudian kita juga menyasar aspek – aspek dunia usaha, para pelaku usaha dan berbagai segenap stakeholder masyarakat. Tujuannya untuk menghindarkan dari tindak-tindak korupsi. Karena hal ini perlu dukungan dari semua, bukan hanya pejabatnya saja, tapi juga masyarakat,” kata Al Muktabar.
Al Muktabar menyampaikan, pihaknya berharap agar seluruh penyuluh antikorupsi, dan aparatur Pemerintah Provinsi dan Kabupaten atau Kota, dapat terus menggiatkan langkah-langkah penanaman nilai antikorupsi di semua lini.
“Bersama-sama kita intensifkan langkah-langkah antikorupsi dan penanaman nilai-nilai integritas kepada semua lini. Good Goverment and Clean Goverment itu adalah arget yang ingin kita sasar dengan berbagai proses dan terutama kepada generasi muda kita yang akan memimpin Indonesia,” jelasnya.***




