BANTENRAYA.COM – Posko Dapur Umum bencana ditutup, sebanyak 9.722 nasi bungkus telah didistribusikan untuk warga Cilegon yang terdampak banjir.
Diketahui, banjir di Kota Cilegon berlangsung selama 4 hari mulai dari Jumat 2 Januari sampai Senin 5 Januari 2026.
Ketua Tagana Kota Cilegon Ade Mufrodi menyampaikan, terdapat 4 posko dapur umum yang telah dipersiapkan untuk membatu pasokan makanan warga yang terdampak.
BACA JUGA: Bantu Korban Bencana Aceh-Sumatera, PMI Banten Sudah Kirim 18 Tenaga Kesehatan
Berdasarkan data Tagana Kota Cilegon dapur umum bencana terdapat 4 titik yang ada di Kelurahan Kepuh Ciwandan, Kelurahan Kubangsari Ciwandan, Lingkungan Karang Tengah Cibeber, Kelurahan Sukmajaya Jombang.
“Sebelumnya kita ada 4 dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak,” katanya kepada Banten Raya, Selasa 6 Januari 2026.
4 posko dapur umum tersebut telah standby selama 3 hari sesuai arahan dari Walikota Cilegon.
“Sesuai instruksi Pak Wali 3 hari sampai senin, Alhamdulillah banjirnya sudah pada surut dan kondusif,” terangnya.
Saat ini 4 dapur umum kebencanaan di Kota Cilegon sudah selesai ditutup dikarenakan situasi dan kondisi telah kondusif.
“Kemarin siang pukul 13.00 WIB sudah selesai semuanya posko dapur umumnya,” ungkapnya.
Berdasarkan data Tagana Kota Cilegon sampai Senin 5 Januari 2026 terdapat sebanyak 9.722 nasi bungkus yang telaj didistribusikan kepada masyarakat Cilegon.
Pihaknya berkolaborasi dengan beberapa pihak termasuk PMI Kota Cilegon yang membatu dalam penyediaan bahan pokok.
“Tagana hanya bagian memasak saja, kalau support logistik, dan penyediaan bahan pokok dari PMI,” tuturnya.
Selama dibangunnya 4 dapur umum kebencanaan, pihaknya mengirimkan 50 orang personel.
“Sekitar 50 anggota Tagana ikut tersebar di 4 dapur umum kebencanaan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis menjelaskan, layanan dapur umum merupakan bentuk nyata kepedulian dan kerja sama lintas unsur dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Pihaknya turut serta mengirimkan personel di 4 dapur umum bencana bersama Tagana Kota Cilegon dan Baznas Cilegon.
“PMI hadir bersama Tagana dan para relawan untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas, terutama makanan siap saji, dapat terpenuhi selama masa penanggulangan banjir,” jelasnya.
Dengan menurunkan personel untuk ikut serta posko dapur umum, kata dia, bantuan tersebut merupakan bagian dari respon kemanusiaan PMI terhadap dampak banjir.
“Kami berkolaborasi dengan dapur umum Tagana, dari kami selain mengerahkan personel, kami juga memberikan dukungan lainnya bahan lauk pauk,” pungkasnya.***




