BANTENRAYA.COM – Kenaikan harga BBM sudah banyak memunculkan dampak di berbagai sektor salah satunya ialah inflasi umum yang mencapai 6 persen.
Hal ini sangat berpengaruh bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) di Kabupaten Lebak.
Dengan naiknya harga BBM sejak 3 September lalu, bahan-bahan pokok perlahan berangsur naik pula seperti, beras, telur, minyak dan sembako lainnya yang menjadi bahan utama bagi pelaku UMKM kuliner.
Baca Juga: Apdesi Lebak Dukung Pemprov Banten Alokasikan Anggaran untuk Jalan Desa
Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Dinas Koperasi dan UMKM(DinkopUMKM) Kabupaten Lebak, Imam Suangsa mengatakan, pemberlakuan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menaikan harga BBM adalah suatu keputusan yang dilematis.
Menurutnya, terdapat beberapa hal positif dan negatif yang ditimbulkan oleh kebijakan tersebut.
“Iya sangat membuat dilema, dinaikan demi menyelamatkan negara tapi rakyat tidak terima, kalau tidak dinaikan masyarakat damai tapi negara terancam keuangannya,” kata Imam kepada Banten Raya di ruang kerjanya, Selasa 13 September 2022.
Baca Juga: Eksepsi Terdakwa Koruptor Minyak Goreng Ditolak Hakim
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut dapat membuat masyarakat segala golongan merasakan dampaknya, baik dari segi transportasi, kebutuhan primer, bahkan untuk keberlangsungan hidup bersama.
Menurutnya, semua pelaku UMKM akan mendapatkan dampak yang sama.
“Pelaku UMKM kan banyak kategori ya, ada UMKM Kuliner dan Jasa misal, dari kuliner pasti mereka kena dampaknya, salah satunya biaya distribusi bahan untuk mereka dagang pasti meningkat, atau tarif dari ojek dan angkot aja udah naik,” jelas Imam.
Menurut Imam, sampai saat ini pelaku UMKM di lingkungan pusat Lebak masih cenderung stabil, tak ada pelaporan ada yang berhenti dalam usahanya.
Namun pihaknya tak akan diam dengan hanya melihat keadaan yang kasat mata, Dinkop UMKM Lebak akan mengajukan Bantuan Produktif Usaha Mikro(BPUM) kepada Kementerian Koperasi.
“Buat mereka yang di depan Dinkop aja masih aman, mungkin cara mereka mengsiasati biar ga rugi ya mengecilkan ukuran produk atau mungkin sedikit menaikan harga, saya yakin masyarakat juga paham,” katanya. (mg.sahrul)***


















