BANTENRAYA.COM – Investasi atau penanaman modal di Kota Cilegon mencapai Rp9,87 triliun pada semester I 2025 hingga sekarang. Namun, dengan besarnya investasi tersebut keterlibatan pengusaha lokal masih sangat minim.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon sepanjang 2025 angka investasi mencapai Rp9,87 triliun dengan penanaman modal asing (PMA) Rp7,75 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp2,11 triliun.
Ketua Bidang Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Cilegon Huluful Fahmi menilai, secara angka investasi di Cilegon cukup besar dibandingkan kabupaten kota lainnya di Banten. Namun ketelibatan pengusaha lokal masih sangat minim.
BACA JUGA: Bupati Dewi Bahas Potensi Perikanan Pandeglang dengan Menteri KKP
“Secara persentasi tidak bisa dikira-kira. Namun, keterlibatan termasuk di Kadin saja masih sangat minim (dari inventasi Rp9,87 triliun),” katanya, Rabu (1/10).
Fahmi menyampaikan, keterlibatan pengusaha lokal dalam pengembangan invetasi dan ekonomi daerah butuh perhatian serius dari pemerintah.
“Keterlibatan ini perlu diperhatiakn betul oleh investor, oleh regulator dalam hal ini pemerintah, agar potensinya bisa terserap dengan tepat,” ucapnya.
Selama ini, lanjut Fahmi, pengusaha lokal ketemu kerjasama di ujung dengan investor. Untuk itu, perlu ada inovasi dalam hal ini pemerintah dan investor, sehingga keterlibatan bisa maksimal.
“Tentu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama. Dengan ketelibatan pengusaha lokal maka efek dominonya langsung bisa dirasakan masyarakat dalam hal pembangunan ekonomi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda DPMPTSP Kota Cilegon Harry Talman menjelaskan, target penanaman modal pada semester I 2025 sebesar Rp17 triliun. Dimana hingga semester I sudah mencapai Rp9,87 triliun.
“Semester I PMDN mencapai Rp2,11 dan PMA mecapai Rp7,75 triliun. Dimana target ditentukan Rp17 triliun,” ujarnya.
Harry menyampaikan, untuk PMA terbesar yakni dari Lotte Chemical Rp3,1, MC PET Film Indonesia Rp1,1 triliun dan Indoraya Tenaga Rp1,06 triliun. Untuk PMDN yakni PT Krakatau Steel Rp530 miliar, Chandra Asri Pasifik Rp270 miliar dan Bertuah Alam Nusantara Rp231 miliar.
“Beberapa yang tentu besar baik dari PMDN terbesar ke 5 di Banten dan PMA terbesar ke 2 di Banten. Itu ada Lotte di PMA dan Krakatau Steel di PMDN” pungkasnya.***


















