BANTENRAYA.COM – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Cilegon, membagikan 4 ton pisang jenis sunpride kepada masyarakat di momen Ramadan 2024.
Ketua PSMTI Kota Cilegon Ridwansyah Yadi mengatakan, dari jumlah 4 ton pisang sunpride tersebut terdiri dari 295 kardus yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
“Ini merupakan program rutin tahunan kita, berbagi bersama atau bakti sosial. Kami bagikan pisang hampir 4 ton,” kata Yadi kepada Banten Raya di Jalan Utama PCI, Blok A4 Nomkd 28,, Kedaleman, Kota Cilegon, Selasa (19/3/2024).
Yadi melanjutkan, nantinya pembagian pisang sunpride ini akan disalurkan ke yayasan, pesantren, masjid, polres, dan panti asuhan.
“Tetangga terdekat kita juga akan dapat, kita utamakan yang dekat dulu di Kota Cilegon ini lalu kemudian yang besar,” imbuhnya.
Baca Juga: 4 Restoran Khas Sunda Terbaik di Tangerang, Cocok untuk Acara Bukber
Alasan buah pisang sunpride dibagikan dalam agenda tersebut, sebab donatur utama di PMSTI Kota Cilegon ialah anggota yang memiliki bisnis buah pisang.
“Karena menang dari donatur sendiri ingin buah pisang sunpride, dan donasi lainnya itu dihimpun dari seluruh anggota PMSTI Kota Cilegon,” ujar Yadi.
Selain itu, setiap hari Rabu, PMSTI Kota Cilegon rutin melakukan kegiatan sosial serupa, diantaranya bagi-bagi nasi dan beras untuk masyarakat, namun dengan harga yang terjangkau.
“Disamping itu, ada kegiatan rabu berkah, itu setiap Rabu menjual nasi murah dengan harga Rp5 ribu, nasi sehat isian ayam dan sayur, yang beli dari anggota atau warung seharga Rp15 ribu,” papar Yadi.
Adapun selama Ramadan, PMSTI mengganti nasi tersebut menjadi beras yang di beli dengan harga Rp10 ribu per kilogram, dari harga normal sekitar Rp17 ribu.
Baca Juga: Geser-geser Pejabat Ala Irna Narulita di Tahun Terakhir Masa Jabatan Bupati Pandeglang
“Kenapa berbayar, kami ingin memberikan satu pembelajaran, tidah hanya menerima gratis tapi kita tanamkan memang juga mendidik,” jelas Yadi.
Sementara itu Pengurus PMSTI Kota Cilegon Eva Masifah menambahkan, melalui kegiatan ini ia berharap bisa ada kesinambungan dalam arti kata berbagi, meskipun berbeda keturunan dan agama.
“diantara kita jangan ada perbedaan, kita tidak melihat pribumi atau bukan, kita sama sederajat, kita bukan hanya satu agama melainkan lintas agama, tujuannya kerukunan dan kebersamaan itu yang jadi tujuan kami,” tukasnya.(***)

















