• Jumat, 21 Januari 2022

Mengenal Sosok KH Syam’un, Tokoh Pahlawan Nasional dari Banten, Ulama Besar Berpangkat Brigjen

- Rabu, 3 November 2021 | 14:15 WIB
Mengenal sosok KH Syam’un, pahlawan nasional dari Banten, ulama besar berpangkat brigjen (Kemendikbud.go.id)
Mengenal sosok KH Syam’un, pahlawan nasional dari Banten, ulama besar berpangkat brigjen (Kemendikbud.go.id)

BANTENRAYA.COM - Mengenal sosok KH Syam'un pahlawan nasional dari Banten yang merupakan ulama besar berpangkat brigjen

Ulama merupakan bagian penting dalam perjuangan meraih kemerdekaan bangsa Indonesia, salah satunya yaitu KH Syam’un yang kini telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Sosok pahlawan nasional ini semasa hidupanya gigih berjuang melawan dan mengusir para penjajah dari tanah air.

Baca Juga: Tiga Perusahaan Besar di Pandeglang Nunggak Pajak hingga Rp900 Juta

Dikutip Bantenraya.com dari kemendikbud.go.id, KH Syam'un merupakan seorang ulama besar berpangkat brigjen dari Banten yang dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 8 November 2018.

KH Syam’un bin H. Alwiyan adalah pendiri Perguruan Tinggi lslam Al-Khairiyah Citangkil, di Desa Wanasari, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten.

KH Syam'un lahir pada 5 April 1894 dari pasangan H. Alwiyan dan Hj. Hajar di Kampung Beji, Desa Bojonegara, Serang, Banten.

Baca Juga: Detik-detik Gus Baha Dipukul Kyai Saat Berceramah

KH Syam’un merupakan keturunan dari KH Wasid, tokoh 'Geger Cilegon' pada tahun 1888, yang melakukan perjuangan melawan Pemerintah Kolonial Belanda.

Di kala KH Syam’un berusia 11 tahun, beliau menempuh pendidikan di Masjidil Haram, Makkah pada 1905-1910. Ia kemudian melanjutkan pendidikanya ke Cairo University pada 1910-1915.

Pada masa pendudukan Jepang, KH Syamún bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA), sebuah gerakan pemuda bentukan Jepang.

Baca Juga: Seperti Sudah Firasat, Ini Pesan Terakhir Hanna Kirana pada Kekasihnya

Keterlibatan KH Syam’un dalam dunia militer mengantarkanya menjadi pimpinan Brigade l Tirtayasa Badan Keamaman Rakyat (BKR).

Selanjutnya BKR yang berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Dengan pangkat terakhir brigjen, Karier KH Syam’un di ketentaraan terbilang gemilang hingga diangkat menjadi Bupati Serang periode 1945-1949.

Baca Juga: Penyegel PAUD di Kragilan Minta Ganti Rugi, Pemkab Serang Tetap Sarankan Ajukan Gugatan

Saat Agresi Militer Belanda II pada 1948-1949 KH. Syam’un bergerilya melancarkan perang gerilya melawan pasukan sekutu.

IA bergerilya dari Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang hingga ke Kampung Kamasan, Cinangka, Kabupaten Serang.

Di tengah medan gerilya atau tepatnya pada 28 Februari 1949 pukul 09.00 WIB, KH Syam’un gugur atau meninggal dunia.

Baca Juga: Syair Ini Cocok Untuk Membangun Jiwa Kepahlawanan Anak Muda di Hari Pahlawan

Jenzah KH Syam'un kemudian dikebumikan pada hari yang sama dengan waktu wafatnya di pemakaman umum Kampung Kamasan. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.110 Mahasiswa Untirta Terpilih Ikuti KKM Offline

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:30 WIB

Hari Sejuta Pohon, BEM FT Untirta Tanam Ribuan Pohon

Selasa, 11 Januari 2022 | 09:27 WIB
X