• Minggu, 7 Agustus 2022

Perjuangan Pahlawan Nasional KHZ Musthafa Sukamanah Tasikmalaya Melawan Jepang dalam Novel Syahadah Musthafa

- Rabu, 3 November 2021 | 09:49 WIB
Novel Syahadah Musthafa mengisahkan perjuangan pahlawan nasional KH Zainal Mustahafa Tasikmalaya (Muhaemin/Bantenraya)
Novel Syahadah Musthafa mengisahkan perjuangan pahlawan nasional KH Zainal Mustahafa Tasikmalaya (Muhaemin/Bantenraya)

BANTENRAYA.COM – Novel Syahadah Musthafa ditulis oleh Fauz Noor alumnus Pondok Pesantren Sukahideng, Singaparna, Tasikmalaya.

Dosen Bahasa Arab di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr Wildan Taufiq, M.Hum mengulas soal novel yang sudah terbit setahun lalu ini.

Nama KHZ Musthafa hingga sekarang dijadikan nama jalan utama di pusat kota Tasikmalaya.

Kata Dr Wildan Taufiq yang juga alumnus Ponpes Sukahideng ini, perjuangan KHZ Musthafa melawan penjajah jepang menjadi cerita lisan yang mutawatir terutama di kalangan kiai dan pondok pesantren di Tasikmalaya.

“Kisah perjuangan KHZ Musthafa itu sudah saya dengar dari cerita guru-guru ngaji waktu SD sebelum mondok di Sukahideng,” jelasnya dikutip dari tapaksabda.com pada 3 November 2021.

Baca Juga: Sambut Hari Pahlawan, Intip 5 Film yang Cocok Kamu Tonton

Perjuangan KHZ Musthafa dalam bentuk novel, yang berjudul Syahadah Musthaf  di bidang pendidikan dengan membangun pesantren dan ngawuruk santri-santrinya, dan perjuangan KHZ Mushtafa dalam jihad fisik melawan penjajah jepang yang akan mengancurkan negara dan agama (Islam).

Dalam jihad fisik inilah KHZ Musthafa menemui kesyahidannya sebagai pejuang agama dan tanah air.

Dua jenis perjuangan KHZ Musthafa yaitu jihad fisik, yaitu perang melawan penjajah jepang, dan jihad spirit (ruhani) yaitu mengajar ngaji (ngawuruk ngaji).

Dalam perspektif Nabi saw, KHZ Musthafa telah melakukan “jihad asghar” dengan mengusir penjajah jepang, dan juga “jihad akbar” yaitu jihad nafs, dengan pendidikan dan pengajaran (ngawuruk).

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SDN Labuan 3 Juara Umum FLS2N Tingkat Kecamatan

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:02 WIB

Bahasa Daerah Banten Masuk Kategori Terancam Punah

Kamis, 24 Februari 2022 | 07:56 WIB

Gelar Mubes, HMBM UIN Banten Kini Punya Pengurus Baru

Rabu, 23 Februari 2022 | 10:39 WIB
X