• Senin, 17 Januari 2022

Pidato Bung Karno di Peringatan Maulid Nabi, Menggelegar dan Membuat Muslimin Makin Cinta Nabi Muhammad SAW

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:46 WIB
Presiden RI pertama Soekarno  dikala hiduo rutin menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara (tangkapan layar youtube)
Presiden RI pertama Soekarno dikala hiduo rutin menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara (tangkapan layar youtube)

BANTEN RAYA.COM – Perayaan Maulid Nabi Muhammad dilakukan dengan berbagai cara. Perayaan sudah berlangsung turun temurun dan Prsesiden pertama Indonesia Soekarno rutin menggelar Maulid Nabi Muhammad di istana negara.

Maulid Nabi Muhammad atau hari kelahiran Nabi memang menjadi momen yang sacral dan menjadi ajang memperteguh semangat ke Islaman.

Presiden Soekarno dalam sebuah perayaan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara diprakirakan tahun 1946 yang diunggah dalam akun YouTube Rumah Kebangsaan Pancasila megatakan bahwa sejarah perjalanan umat manusia kita selalu menjumai orang-orang besar.

Baca Juga: Sedang Bertanding, Ini Jadwal Bulutangkis Hari ini: Victor Denmrak Open Berikut Link Live Streaming Gratis

“Tapi orang –orang besar tidak luput dari salah. Islam adalah agama yang dari otak menuju kepada hati. Segala ajaran Islam bisa dieterima oleh hati kita dan bisa diterima oleh otak kita,” kata Soekarno dalam video yang sudah ditonton 11 Jul 2019 itu.

Dikatakan Soekarno, di dalam sejarah umat manusia itu selalu ada yang memimpin yaitu rasul-rasul.

“Tetapi selalu ada perantara antar antara ajaran dengan manusia yang diberi ajaran itu yaitu pemimpin,” katanya.

Keberadaan rasul sebagai pemimpin menurut Sokerno adalah hal yang masuk akal dan manusia kata Soekarno harus percaya pada rasul-rasul.

Baca Juga: Penggunaan Produk Dalam Negeri, Dapat Menjamin Kemandirian dan Stabilitas Ekonomi Nasional

“Padahal kita tidak pernah melihat Muhammad, gak pernah melihat Musa, Sulaiman, atau pun Isa,” tegasnya.

“ Kita sekarang ini merayakan Maulid (Sokerano menyebut Maulud), Maulid Nabi bukan sekadar merayakan Muhamad Ia itu dulunya Nabi. Yang kita rayakan sebenarnya adalah ajaran, konsepsi, agama yang ia berikan kepada umat. Diberikan Tuhan via malaikat Jibril kepada Rasul, Rasul meneruskannya kepada kita dan itu yang kita rayakan,” beber Soekarno.

Di hadapan hadirin Sokearno yang berpindato dengan suara mengebu-gebu dan menggelegar mengajak hadirin mengerjakan ajaran Nabi Muhammad.

“Jika engkau benar-benar cinta pada Muhammad, jika kamu benar-benar merayakan Maulud Muhammad Bin Abdullah , kerjakanlah apa yang ia perintahkan. Kerjakanlan agama yang Ia bawa kerjakan sama sekali agar benar-benar kita bisa berkata kita telah menerima api dari agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW,” ajak Sokearno kala itu.

Baca Juga: Draf Rakerda Bocor, PAN Cilegon Pastikan Jadi Oposisi Helldy dan Sanuji

Sebagai seorang pendiri Bangsa, Soekarno tidak lupa megajak pada hadirin agar berjaan terus di atas dasar-dasar negara Indonesia, berjaan terus sebagai umat Islam di atas dasar-dasar ajaran agama Islam.

“Dan memang telah dijanjikan oleh Tuhan janji lho, janji..Tuhan kepada kita jikalau kita berjuang di atas dasar-dasar agama kita akan menang, janji tuhan, bukan sekadar apa yang kita dengearkan dari orang kelenik, tidak saudara-saudara,” ajaknya.

“Kita ditempa sehingga kita menjadi bangsa otot kawat balung besi ora tedas tapak paluning pandhe . Hanya jikalau kita mengerti dialketik dari pada perjaunagan maka kita bisa merebut kesenangan itu sebagaimana firman Tuhan Innamal Yusri Yusro.” ***

 

Halaman:
1
2

Editor: Muhaemin

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.110 Mahasiswa Untirta Terpilih Ikuti KKM Offline

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:30 WIB

Hari Sejuta Pohon, BEM FT Untirta Tanam Ribuan Pohon

Selasa, 11 Januari 2022 | 09:27 WIB

Tiga SKh di Banten jadi Sekolah Penggerak

Kamis, 6 Januari 2022 | 11:00 WIB

Registrasi Akun Sekolah Jadi Syarat Masuk PTN

Kamis, 6 Januari 2022 | 09:45 WIB
X