• Jumat, 28 Januari 2022

Selawat Jadi Penyelamat Umat Islam Sampai Hari Kiamat, Berikut Penjelasan Gus Baha

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:15 WIB
Gus Baha saat menyampaikan Kualitas Shalawat.  (Tangkapan layar YouTube NU Online)
Gus Baha saat menyampaikan Kualitas Shalawat. (Tangkapan layar YouTube NU Online)

BANTENRAYA.COM - Kiai Ahmad Bahaudin atau dikenal Gus Baha menyampaikan keutamaan dan kualitas selawat yang akan menyelamatkan umat Islam sampai hari kiamat.

Gus Baha menyampaikan, jika selawat itu menjadi salah satu kalimat yang menunjukan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Tapi selawat juga sekaligus tetap menyelamatkan tauhid, jika Allah itu yang memberikan kepada Rasulullah Muhammad.

Baca Juga: Punya Penyakit Sinusitis, Kata dr. Zaidul Akbar Cukup Makan Bonggol Buah Ini

Dikutip Bantenraya.com dari kanal YouTube NU Online, Sabtu 16 Oktober 2021 Gus Baha menyatakan, berdasarkan riwayat Sayyid Zabidi, selawat tersebut merupakan bentuk cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad melalui puji-pujian.

Namun tetap mengandung kalimat tauhid jika Allah yang memberikannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, setinggi-tinggi derajat Nabi Muhammad tepat penerima dari Allah, lalu Allah tetap pemberi.

Baca Juga: Jangan Sering Minum Air Dingin, Berbahaya, dr. Zaidul Akbar: Ginjal Bisa Rusak

“Kita menerima redaksi keseharian (selawat) biasa. Tapi beliau Sayyid Zabidi memahami jika itu sigot (keutamaan-red) yang menyelamatkan umat islam sampai hari kiamat," ujarnya.

"Cinta kita terselamatkan kepada Rasulullah karena salawat, dan tauhid kita terselamatkan karena Allah pemberi,” katanya saat mengisi acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang.

Menurutnya Gus Baha, saat ini banyak orang yang mengukur selawat dengan ukuran manfaat materi.

Baca Juga: Bungkam Malaysia, Indonesia Melaju ke Semifinal Thomas Cup

Padahal jika secara kualitas dimaknai, maka maknanya sangat luar biasa. Cukup dengan shalawat memberikan kecintaan dan tetap menjaga tauhid, jika Allah pemberi dan Muhammad penerima.

“Salawat ini kualitasnya luar biasa, bukan sekadar selawat yang dibaca segini punya banyak (materi), jika segini naik pangkat,” ucapnya.

“Tapi cara itu jika diberantas (hilangkan) takut lari karena tidak punya sarana tawassul. Tapi jika disetujui kok semuanya dikompensasi materi.

"Jadi kiai jawa itu bingung. Kalau ngga bingun berarti anda belum kiai” pungkasnya. ***

Halaman:
1
2

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FKIP Uniba Gelar FGD Penelitian Dana Hibah

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:43 WIB
X