• Selasa, 30 November 2021

Mari Mengenal Pakaian Pria Khas Banten, Kerap Dikenakan Gubernur Banten di Acara Penting

- Jumat, 10 September 2021 | 08:12 WIB
Gubernur Wahidin Halim mengenakan pakaian pria khas Banten saat merima mobil listrik karya siswa SMKN 4 Pandeglang usai Upacara HUT RI beberapa waktu yang lalu.  (Biro Adpim Pemprov Banten)
Gubernur Wahidin Halim mengenakan pakaian pria khas Banten saat merima mobil listrik karya siswa SMKN 4 Pandeglang usai Upacara HUT RI beberapa waktu yang lalu. (Biro Adpim Pemprov Banten)

BANTENRAYA.COM - Tak kenal maka tak sayang. Mungkin itu ungkapan yang tepat bagi warga Banten untuk lebih mengenal pakaian pria khas Banten. Seperti apa bentuk dan rupanya, berikut laporannya.

Berdasarkan laman resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Banten, pakaian pria khas Banten yang dikenakan oleh Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten pada HUT ke-76 RI lalu menarik untuk diperhatikan.

Mengenai pakaian pria khas Banten ini sudah tertuang dalam peraturan Gubernur Banten Nomor 13 tahun 2008 tentang Pakaian Khas Banten.

Baca Juga: KKM Unsera Kembangkan Keripik Kulit Melinjo

Pakaian Khas Banten di desain oleh desainer Ning S. Zulkarnain dan dibuat sepasang yaitu pakaian lelaki dan pakaian perempuan. Berikut ini pakaian khas Banten untuk laki-laki dan filosofinya:

Iket lomar dengan motif 'tapak kebo' atau garuda yaksa berwarna emas. Iket ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Baduy. Ini juga memiliki arti eksistensi Banten, karena suku Baduy menjadi kebanggaan Banten.

Motif 'tapak kebo' atau 'garuda yaksa' melambangkan kegigihan dalam bekerja. Sementara untuk warna emas, melambangkan kedalaman hati, budi pekerti dan kecemerlangan pikiran dalam menatap masa depan.

Baca Juga: Bupati Lebak Iti Octavia Tidak Terpikir Jadi Gubernur Banten

Selain itu, warna emas juga menyimbolkan kemewahan, kekayaan dan kesetiaan. Hal ini merujuk pada makna kemakmuran, kesehatan dan kegembiraan masyarakat Banten.

Baju dalam berwarna putih dengan kerah tinggi. Baju dalam ini mirip dengan baju koko. Hal ini melambangkan religiusitas dan kebhinekaan masyarakat Banten.

Warna putih yang dipilih, melambangkan kesucian, keikhlasan, kebersihan dan ketepatan. Sedangkan kancing bulat pada baju ini melambangkan kebulatan tekad dalam berkarya melaksanakan tugas dan kewajiban.

Baca Juga: Mengenal Dogdog, Alat Musik Asal Banten Selatan

Jas hitam bermotif daun hanjuang (cordyline fruticosa) berwarna emas.

Hitam pada jas ini melambangkan kekuatan, keanggunan, keteguhan, kecanggihan dan ketenangan masyarakat. Daun hanjuang melambangkan perjuangan.

Hal ini dikarenakan tanaman monokotil ini bisa hidup dimana saja dan sering dipakai sebagai tanaman pembatas atau tanaman pelindung, baik di perkebunan, ladang atau sawah penduduk.

Artinya, masyarakat Banten mampu hidup dimanapun, dalam keadaan apapun.

Baca Juga: Gubernur Banten Klaim Perubahan APBD 2021 Paling Besar untuk Belanja Pendidikan, Ini Faktanya

Samping atau kain di pinggang dengan motif serupa dengan iket ini melambangkan kondisi yang gemah ripah loh jinawi.

Kain ini juga melambangkan masyarakat Banten yang mengencangkan perut dalam rangka kesederhanaan.

Ada juga celana hitam polos yang dirangkap dengan kain. Hal ini melambangkan pembauran Banten dengan Melayu.

Singkatnya, kain yang dipadukan dengan celana ini menyatakan keserumpunan dengan Melayu.

Alas Kaki, selop hitam menjadi paduan untuk busana ini. Bagaimana ? Kerenkan, pakaian khas Banten khusus untuk laki-laki ini. (*)

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Kado Inspirasi di Hari Guru 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 | 15:37 WIB
X