• Senin, 29 November 2021

Hilmar Farid Puji Kearifan Lokal Warga Baduy

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 09:00 WIB
WhatsApp Image 2021-08-18 at 19.52.55
WhatsApp Image 2021-08-18 at 19.52.55

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, banyak unsur kearifan lokal yang patut dipelajari dan diteladani. Dengan bantuan riset dan teknologi, kearifan lokal tersebut bisa menjadi inovasi yang sangat relevan untuk situasi sekarang yang sedang dalam proses membentuk tatanan kehidupan normal baru.


Hilmar mencontohkan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Di sana tidak ada satupun kasus positif Covid-19 sejak awal pandemi, yaitu Maret 2020 sampai Juli 2021.

“Mengapa? Desa Kanekes itu tempat bermukimnya masyarakat Baduy, salah satu masyarakat adat yang ada di negeri ini. Masyarakat Baduy ini punya mekanisme yang ampuh untuk menghadapi krisis pandemi. Ada Pikukuh, yaitu aturan adat yang menerapkan pembatasan sosial,” tutur Hilmar, kemarin.


Ia melanjutkan, selama masa pandemi, orang-orang di kota ramai dengan efektivitas PSBB, PPKM, pembelajaran jarak jauh dan sebagainya. Padahal di Desa Kanekes itu, masyarakat Baduy patuh pada Pikukuh karena sistem itulah yang membuat mereka bisa bertahan sebagai komunitas adat selama ratusan, bahkan ribuan tahun.

“Hal serupa juga terjadi pada orang Rimba di Jambi, orang Iban di Sungai Utik, Kalimantan Barat, dan banyak lagi,” ujar Hilmar. (satibi)

Editor: Redaksi

Terkini

10 Kado Inspirasi di Hari Guru 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 | 15:37 WIB

Unsera Jadi Tuan Rumah Rakernas ABPTSI

Senin, 22 November 2021 | 07:08 WIB
X