• Selasa, 28 Juni 2022

DPK Banten Buka Kelas Pemustaka

- Kamis, 15 Juli 2021 | 07:00 WIB
WhatsApp Image 2021-07-14 at 21.00.19
WhatsApp Image 2021-07-14 at 21.00.19

SERANG, BANTEN RAYA-Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kondisi yang memaksa untuk beradaptasi dengan kondisi baru. Pun demikian dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten.


Kegiatan yang biasanya dilakukan secara langsung (tatap muka) beralih ke platform digital dan dilakukan secara virtual. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten adalah Kelas Pemustaka yang dilakukan secara virtual.


Kelas Pemustaka telah dimulai sejak tahun 2019 lalu, namun semenjak pandemi di Maret 2020, kelas pemustaka beralih menjadi virtual. Meskipun beralih menjadi virtual, kelas pemustaka tetap dapat disimak oleh masyarakat melalui akun youtube DPK Provinsi Banten yaitu @DPK Provinsi Banten.


Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi para pemustaka untuk mendalami tema-tema tertentu untuk meningkatkan kemampuan para pemustaka pada bidang yang akan digelutinya.


Pada Kegiatan kali ini, DPK Provinsi Banten sengaja mengangkat tema “Menulis Cerita Untuk Anak” dengan menghadirkan Tias Tantaka seorang penulis yang tinggal di Kota Serang. Tujuannya adalah memberi pembekalan kepada para pemustaka yang tertarik dengan dunia tulis menulis, khususnya tentang cerita untuk anak.


Sebagaimana diketahui bersama bahwa pada saat ini anak-anak yang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh, untuk itu diharapkan melalui tulisan cerita, anak-anak masih bisa belajar melalui tulisan cerita/dongeng.


Bersama Kak Tias Tatanka, kelas pemustaka membagikan pengetahuan tentang “Menulis Cerita untuk Anak”. Kak Tias Tatanka membagikan tips dan trik menulis cerita anak, peserta dipandu menentukan tokoh pada cerita anak.


Menurut Kak Tias, tokoh pada cerita anak baiknya tidak terlalu banyak, karena cerita anak biasanya tidak panjang, dan bercerita tentang hal-hal sederhana dikehidupan anak. Meskipun pendek, cerita anak harus mengandung pesan yang ditujukan kepada anak-anak.


Selain jumlah tokoh dan pesan dibalik cerita, Kak Tias juga menyampaikan bahwa penulis cerita anak harus memperhatikan usia tokoh utama, “Jika tokoh utama duduk di bangku SMA, rasanya bukan cerita anak lagi,” pesan Kak Tias pada peserta, kemarin.

Halaman:

Editor: Redaksi

Terkini

SDN Labuan 3 Juara Umum FLS2N Tingkat Kecamatan

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:02 WIB

Bahasa Daerah Banten Masuk Kategori Terancam Punah

Kamis, 24 Februari 2022 | 07:56 WIB

Gelar Mubes, HMBM UIN Banten Kini Punya Pengurus Baru

Rabu, 23 Februari 2022 | 10:39 WIB
X