• Sabtu, 2 Juli 2022

Hanya Soal Strategi Marketing, Keberatan PTS pada Unpam Tak Mendasar

- Rabu, 17 Maret 2021 | 05:00 WIB
images - 2021-03-16T234851.722
images - 2021-03-16T234851.722

SERANG, BANTEN RAYA- Keberatan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wilayah Banten atas kebijakan biaya murah yang diterapkan Universitas Pamulang (Unpam) dinilai tak mendasar. Justru biaya kuliah yang terjangkau akan membuat masyarakat memiliki banyak kesempatan mengenyam pendidikan.


Pengamat pendidikan dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Rohman mengatakan, ia melihat akan hadirnya Unpam di Kota Serang sebagai sebuah kabar baik. Sebab dengan adanya Unpam, maka masyarakat Kota Serang memiliki banyak pilihan ketika akan melanjutkan studi. Karena itu, ia meminta agar perguruan tinggi swasta lain tidak berprasangka buruk terlebih dahulu dengan menyatakan perguruan tinggi swasta akan bangkrut bila Unpam jadi berdiri. "Kita jangan bersyuudzon dulu," kata Rohman, Selasa (16/3/2021).


Rohman melihat, imej bahwa Unpam adalah kampus yang murah hanya karena mereka mahir dalam soal promosi. Itu adalah bagian dari strategi marketing yang dilakukan Unpam agar calon mahasiswa tertarik. Dengan menyatakan biaya kuliah hanya Rp150 ribu per bulan, masyarakat akan melihatnya sebagai harga yang sangat murah. Padahal, bila dikalikan dengan enam bulan atau satu semester, maka biaya per semester mencapai Rp900 ribu.


"Kalau Rp900 ribu per semester itu saya kira tidak beda jauh dengan biaya di universitas-universitas lain yang ada di Kota Serang ini," katanya.


Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Banten itu mengatakan, karena itu tidak ada alasan mendasar bagi perguruan tinggi swasta lain menolak keberadaan Unpam karena citranya sebagai kampus murah. Bahkan menurutnya, keberadaan Unpam akan memunculkan persaingan sehat sehingga kampus lain akan berlomba meningkatkan kualitas.


Terkait ungkapan bahwa harga menentukan kualitas, Rohman mengatakan, tidak selamanya harga menentukan kualitas apalagi dalam kaitan pendidikan. Menurutnya, kualitas ditentukan oleh pengelolaan kampus itu sendiri bagaimana agar bisa mempertahankan akreditasi jurusan yang ada. "Kalau akreditasinya bagus, ya insya Allah berarti jurusannya bagus," katanya.


Rohman mengatakan, keberadaan Unpam sebenarnya bisa "dilawan" oleh kampus swasta lain dengan meningkatkan nilai jual mereka di mata calon mahasiswa. "Jadi jangan malah kita melarang kampus baru," kata Rohman.


Sementara itu, alumni Unpam mengaku geram dengan manuver yang dilakukan Ketua Aptisi Wilayah Banten yang mempersoalkan Unpam yang menerapkan biaya kuliah murah. Suhendar, salah seorang alumni Unpam merasa aneh dengan penolakan PTS yang mempersoalkan Unpam. Padahal, justru dengan adanya kampus murah akan semakin banyak orang yang bisa menjangkau biaya kuliah. Bahkan ketika dia kuliah dulu, banyak mahasiswa Unpam yang berasal dari kalangan bawah yang kuliah.


"Misalkan Grab, Gojek, buruh," katanya.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

SDN Labuan 3 Juara Umum FLS2N Tingkat Kecamatan

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:02 WIB

Bahasa Daerah Banten Masuk Kategori Terancam Punah

Kamis, 24 Februari 2022 | 07:56 WIB

Gelar Mubes, HMBM UIN Banten Kini Punya Pengurus Baru

Rabu, 23 Februari 2022 | 10:39 WIB
X