BANTENRAYA.COM – Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, Wasep, kembangkan sistem absensi siswa berbasis Internet of Things (Iot) di SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang.
SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang menyambut baik mahasiswa Unpam tersebut dan terus memperkuat komitmennya dalam pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan.
Wasep mengembangkan sistem absensi siswa berbasis IoT tersebut sebagai persyaratan untuk menuntaskan pendidikan tingginya.
Latar Belakang Mahsiswa Unpam Serang Kembangkan Absesni IoT
BACA JUGA: Wisatawan Indonesia ke Jepang Tumbuh 26 Persen, Dapatkan Diskon Tiket Pesawat Hingga Rp14 Juta
Pengembangan sistem absensi berbasis IoT ini berangkat dari evaluasi terhadap metode absensi manual yang selama ini digunakan. Metode konvensional dinilai memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain proses pencatatan yang memerlukan waktu relatif lama, potensi kesalahan administrasi, serta kesulitan dalam proses rekapitulasi dan pelaporan data kehadiran secara cepat dan akurat.
Melalui pemanfaatan teknologi IoT, SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang berupaya menghadirkan sistem absensi yang lebih modern, otomatis, dan terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan data kehadiran siswa sekaligus mendukung transformasi digital sekolah.
Sistem absensi yang dikembangkan memanfaatkan kartu RFID sebagai identitas unik bagi setiap siswa. Proses absensi dilakukan dengan menempelkan kartu RFID pada perangkat pembaca yang terhubung dengan modul ESP32. Data kehadiran yang terekam kemudian diproses secara otomatis dan dikirimkan ke server melalui koneksi internet secara real time.
Sistem ini mampu mencatat waktu kehadiran siswa secara presisi, baik saat masuk maupun pulang sekolah. Selain itu, data yang tersimpan dapat diolah untuk memantau tingkat kedisiplinan siswa, mendeteksi keterlambatan, serta menghasilkan laporan absensi harian, mingguan, hingga bulanan yang tersaji secara sistematis dan mudah diakses oleh pihak sekolah.
BACA JUGA: Wakil Walikota Cilegon Singgung Pejabat Pansos Kondisi Banjir, Fajar: Enggak Usah
Pengembangan sistem absensi berbasis IoT ini merupakan bagian dari tugas akhir mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Universitas Pamulang Kampus Serang, Wasep, yang mengintegrasikan kajian akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.
Kolaborasi ini mencerminkan sinergi positif antara institusi pendidikan menengah dan perguruan tinggi, di mana mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperoleh selama perkuliahan. Di sisi lain, sekolah mendapatkan solusi teknologi yang aplikatif, relevan, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurut Wasep, sistem absensi ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas manajemen pendidikan berbasis teknologi.
Penerapan sistem absensi berbasis IoT memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi administrasi sekolah. Proses pencatatan kehadiran menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi, sehingga meminimalkan potensi kesalahan data. Selain itu, ketersediaan data kehadiran yang valid dan terstruktur mendukung pengambilan keputusan berbasis data oleh pihak manajemen sekolah.
BACA JUGA: Risiko Ruang Digital pada Anak, Perlunya Pendampingan Orang Tua hingga Dukungan Kesehatan Mental
Bagi peserta didik, sistem ini mendorong pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab terhadap waktu. Khusus bagi siswa SMK, penerapan teknologi IoT dalam lingkungan sekolah juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual mengenai pemanfaatan teknologi mikrokontroler dan sistem informasi dalam kehidupan nyata.
Pihak SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang menyambut baik pengembangan sistem absensi berbasis IoT ini sebagai bagian dari strategi digitalisasi sekolah. Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan tuntutan pengelolaan pendidikan modern yang mengedepankan efisiensi, transparansi, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Ke depan, sistem ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan sistem informasi akademik sekolah, penyediaan notifikasi kehadiran kepada orang tua, serta pemanfaatan data absensi sebagai dasar evaluasi dan perumusan kebijakan sekolah.
Komitmen terhadap Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan
Melalui kolaborasi pengembangan Sistem Absensi Siswa Berbasis IoT bersama mahasiswa Universitas Pamulang, SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi teknologi dan kerja sama akademik lintas jenjang pendidikan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi yang efektif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata dunia pendidikan.
BACA JUGA: Walhi Sebut Pemkot Cilegon Sedang Merawat Bencana Banjir, Tata Ruang Wilayah Harus Direvisi
Kolaborasi antara SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang dan Universitas Pamulang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta memanfaatkan berbagai peluang pengembangan akademik yang tersedia.
Bagi masyarakat dan calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studi di Universitas Pamulang, informasi lengkap mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dapat diakses secara resmi melalui laman: https://pmb.unpam.ac.id/.
Sementara itu, bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan, SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang juga menyediakan berbagai program beasiswa pendidikan yang dapat diakses melalui situs resmi sekolah: https://manawa.sch.id/scholarships.
Melalui akses pendidikan tinggi dan program beasiswa yang terbuka, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mampu mengembangkan potensi diri, berdaya saing, serta berkontribusi aktif dalam pemanfaatan teknologi dan pembangunan sumber daya manusia berbasis digital. ***



















