• Senin, 23 Mei 2022

Undur Diri Al Muktabar Disebut Sebagai Langkah Cerdas, Kok Bisa?

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 09:51 WIB
M Nawa Said
M Nawa Said

SERANG, BANTEN RAYA - Pilihan Al Muktabar untuk mundur dari jabatan Sekda Banten dan kembali ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dinilai sebagai langkah cerdas. Sebab, dengan posisinya di kementerian yang dipimpin Tito Karnavian tersebut, peluang Al Muktabar untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur menjadi sangat terbuka.


"Adalah langkah cerdas, kenapa saya bilang langkah cerdas karena sebentar lagi ada beberapa kepala daerah (gubernur-red) yang kosong yang harus di angkat Pj atau Plt oleh pemerintah pusat," ujar Wakil Ketua DPRdlD Provinsi Banten M Nawa Said Dimyati, Rabu (25/8/2021).


Cak Nawa, sapaan akrab Nawa Said menjelaskan, pada 2022 setidaknya ada 10 gubernur yang memasuki akhir masa jabatan dan kekosongan jabatan itu perlu diisi. Untuk mengisinya biasanya akan ditugaskan seorang Pj atau Plt berstatus eselon I dari Kemendagri.


"Jadi ketika beliau kembali ke kesatuan yaitu Kemendagri itu langkah cerdas. Peluang beliau itu sangat tinggi (jadi Pj gubernur). Pj atau Plt itu kan diisi pejabat eselon I kementerian dan Pak Sekda (Al Muktabar-red) kan pejabat eselon I. Kalau saya melihatnya itu. Jadi beliau mempersiapkan dirinya, syukur-syukur bisa menjadi salah satu Pj Gubermur, enggak tahu gubernur dimana, itu kan urusan sana (pemerintah pusat-red)," katanya.


BACA JUGA: Gara-gara Sekda Banten mundur, Pembahasan Perubahan APBD 2021 Tertunda


Seperti diketahui, kepala daerah yang habis pada masa jabatannya tidak akan langsung diisi kembali melalui pilkada. Adapun pelaksanaan pilkada sendiri telah digeser secara serentak ke 2024 sehingga akan ada terjadi kekosongan jabatan selama sekitar 2 tahun.


Disinggung soal kepatutan pengunduran diri Al Muktabar, menurutnya hal tersebut merupakan penilaian subjektif. Setiap orang bisa saja mengaitkan bahwa Al Muktabar tidak punya tanggung jawab terhadap Banten. Bahkan Cak Nawa juga mengakui cukup menyayangkan.


"Saya berharap beliau menyelesaikan tugasnya setidak-tidaknya sampai RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) 2017-2022 terselesaikan," ungkapnya.


Meski demikian, politikus Demokrat itu tetap menghormati pilihan Al Muktabar.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X