• Sabtu, 3 Desember 2022

Tradisi Seba Baduy Tetap Berjalan di Tengah Pandemi,  Masyarakat Baduy Minta Aktivitas Penambangan Emas Liar Dihentikan

- Senin, 24 Mei 2021 | 21:50 WIB
IMG-20210524-WA0056
IMG-20210524-WA0056

SERANG, BANTEN RAYA - Meski dalam suasana pandemi Covid-19, tradisi Seba Baduy tahun 2021 tetap digelar. Pemerintah Provinsi Banten menggelar Seba Baduy Tahun 2021 secara sederhana. Pada Seba kali ini, Pemprov Banten hanya menerima masyarakat Baduy sebanyak 24 orang sebagai perwakilan. Sebanyak tujuh orang merupakan masyarakat Baduy Dalam, sisanya dari Baduy Luar.


Perwakilan Seba Baduy diterima oleh Gubernur Banten yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani. Dalam sambutannya, Tabrani menyampaikan permohonan maaf Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) kepada warga Baduy karena pelaksanaan Seba Gede tahun ini dibatasi karena keadaan pandemi Covid-19.


Dalam kesempatan itu, Tabrani mengajak masyarakat untuk menjadikan masyarakat Baduy sebagai teladan, terutama dalam konsistensi menjaga lingkungan dan alam.


"Mari sama-sama kita jaga lingkungan kita. Lingkungan yang berada di wilayah Baduy tentu ini ada di tangan para kokolot sekalian agar tetap terjaga, agar tetap lestari bersama-sama dengan kita Pemerintah Provinsi Banten,” kata Tabrani di Museum Negeri Banten atau Pendopo Lama Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (22/5) malam.


Oleh karenanya, imbuh Tabrani, Seba Baduy merupakan sebuah wujud jalinan silaturahmi yang baik antara masyarakat Baduy dengan Pemerintah Provinsi Banten. "Masyarakat Baduy berpesan kepada pemerintah agar bersama-sama menjaga lingkungan untuk terus dilestarikan," pungkasnya.


Sementara itu, Pemerhati Masyarakat Adat Baduy Uday Suhada mewakili masyarakat Baduy dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Baduy memiliki harapan kepada pemerintah untuk menjaga alam di wilayah Provinsi Banten.


Pada tradisi Seba Baduy tahun 2021, masyarakat Baduy meminta perlindungan  kepada Bupati dan aparat penegak hukum atas adanya eksploitasi pertambangan emas tanpa izin di kawasan Gunung Liman. Sedangkan, Gunung Liman itu merupakan gunung larangan yang harus dijaga juga titipan dari leluhur.


"Pada malam ini juga ada Ketua DPRD Provinsi Banten, yang menyatakan bahwa hutan-hutan di sekeliling Baduy seharusnya dilindungi jangan sampai ada gurandil, jangan sampai ada yang merusak. Mungkin ke depan bisa membuat kebijakan yang mendukung itu," ucapnya.


Lebih lanjut, Uday juga menyampaikan keinginan masyarakat Baduy agar mengganti narasi Wisata Baduy menjadi Saba Budaya Baduy.

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X