• Jumat, 19 Agustus 2022

Penarikan Uang Selama Ramadan Tembus Rp2,85 T, BI : Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi Banten

- Rabu, 12 Mei 2021 | 12:00 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja

SERANG, BANTEN RAYA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat realisasi penarikan uang kartal selama Ramadan 2021 mencapai 2,85 triliun. Angka itu lebih tinggi dari proyeksi awal yang hanya sebesar Rp2,79 triliun. Hal tersebut menunjukkan jika pertumbuhan ekonomi di Banten mulai kembali menggeliat.


Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, bahwa realisasi kenaikan uang kartal selama periode Ramadhan hingga 11 Mei 2021 mencapai Rp2,85 Triliun atau 102 persen dari proyeksi awal sebesar Rp2,79 Triliun. 


Kenaikan tersebut disebabkan oleh lebih tingginya kebutuhan perbankan dan masyarakat akan kebutuhan uang kartal dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.


"Peningkatan kebutuhan uang kartal yang didukung oleh pembayaran tunjangan hari raya (THR), penyaluran bantuan sosial, serta untuk antisipasi kesediaan uang di anjungan tunai mandiri (ATM) selama libur Lebaran," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Banten Raya, Rabu (12/5/2021).


Ia menuturkan, sebagai perbandingan, pada periode Ramadan tahun lalu kenaikan uang kartal hanya sebesar berada pada besaran Rp1,8 Triliun. Sehingga peningkatan realisasi kenaikan uang kartal di 2021 menjadi sinyal positif. Momentum terus bergeliatnya pertumbuhan ekonomi Banten.  


Selain itu, realisasi penarikan uang dari perbankan, geliat pemulihan ekonomi Banten tersebut juga termasuk dari peningkatan konsumsi masyarakat Banten yang berdampak pada kenaikan inflasi April 2021 dibandingkan periode sebelumnya.  


"Inflasi Banten pada bulan April 2021 tercatat sebesar 0,17 persen (mtm) atau sebesar 1,3 persen (yoy). Lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Maret yang mengalami inflasi 0,05 persen (mtm)," katanya. 


Pada umumnya, ungkap Erwin, pada periode Ramadan, tingkat harga beberapa komoditas utama cenderung stabil namun mengalami peningkatan signifikan pada H-3 menjelang Idul Fitri. Komoditas beras terpantau stabil sepanjang bulan Ramadan dengan harga Rp13.200 untuk beras kualitas super.  


Sementara itu untuk daging dan telur ayam ras serta cabai rawit hijau mengalami tren penurunan masing-masing 5,6 persen, 4,3 persen, dan 15,8 persen semenjak awal Ramadan. Kenaikan harga yang signifikan terjadi pada komoditas daging sapi, bawang merah, dan cabai merah, masing-masing 13,6 perse , 9,1 persen, dan 13,4 persen semenjak awal bulan Ramadan. Peningkatan terjadi di akhir Ramadan tersebut seiring dengan mulai ramainya pasar tradisional.  

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X