BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten telah menetapkan status siaga bencana selama 14 hari, mulai akhir Desember 2024 hingga pertengahan Januari 2025.
Penetapan ini dilakukan menyusul dengan keadaan cuaca ekstrem yang kerap terjadi, meliputi hujan deras, angin kencang, dan petir, yang memicu bencana di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Banten, Nana Suryana menyatakan, hujan deras yang terjadi semalaman baru-baru ini telah menyebabkan banjir di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.
“Ratusan rumah tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. Meski air cepat surut, potensi banjir susulan tetap ada jika curah hujan tinggi kembali terjadi,” kata Nana, Minggu, 12 Januari 2025.
Nana mengatakan, sebagai langkah mitigasi, BPBD Banten telah mengerahkan tim untuk membantu warga terdampak, termasuk dalam penyediaan logistik dan penanganan pasca-bencana.
Selain itu, kata Nana, BMKG juga memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga 17 Januari 2025, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah daerah di Banten.
“Kami telah melihat potensi curah hujan tinggi hingga beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, atau badai,” tegasnya.
Lebih lanjut Nana menerangkan, meskipun hanya hujan deras, akan tetapi jika tanpa langkah antisipasi, dampaknya bisa sangat besar, termasuk kerusakan material hingga korban jiwa.
Baca Juga: Tiga Formasi Masih Kosong, 2.635 Tenaga Teknis Tak Lulus PPPK Kabupaten Serang
“Kewaspadaan masyarakat dan koordinasi antara pihak terkait sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana,” katanya.
Nana menuturkan, status siaga bencana yang telah ditetapkan dapat diperpanjang atau ditingkatkan menjadi status waspada atau awas, bergantung pada perkembangan kondisi cuaca.
Nana juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD guna mengambil langkah antisipasi yang tepat.
“Pemahaman terhadap peringatan dini sangat penting. Kami mengajak masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dari lembaga resmi agar lebih siap menghadapi potensi bencana,” ucapnya.
Baca Juga: Buruh Banten Desak Tiga Kabupaten dan Kota Terapkan UMSK 2025
Lebih jauh, Nana mengingatkan akan pentingnya solidaritas dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem ini.
“Kami berharap warga Banten dapat saling membantu dan menjaga kewaspadaan bersama. Bencana bisa datang kapan saja, namun dengan kesiapsiagaan dan gotong royong, kita bisa menghadapinya dengan lebih baik,” pungkasnya.***


















