• Selasa, 9 Agustus 2022

Menafsir Layangan Putus

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:21 WIB
Peran Lydia Danira dalam serial Layangan Putus.  (Instagram @layanganputus.md)
Peran Lydia Danira dalam serial Layangan Putus. (Instagram @layanganputus.md)

Oleh. Eko Supriatno*

Potongan dialog seorang ibu, Kinan dalam serial Layang Putus menjadi viral di media sosial. "Terus kamu bawa dia ke Cappadocia. It's my dream, not her! My dream, Mas," kata Kinan.

Layangan Putus, Serial original WeTV mencetak rekor terbarunya. Tidak hanya menduduki posisi top trending selama berminggu-minggu, WeTV dalam keterangannya, Rabu, mencatat "Layangan Putus" telah ditonton lebih dari 15 juta kali dalam satu hari penayangannya, demikian dilansir Antara.

 "Layangan Putus" menjadi topik yang paling banyak dicari di media sosial, mengalahkan pencarian untuk tayangan-tayangan lainnya. Tagar dan percakapan tentang "Layangan Putus", Aris, Kinan dan Lydia sempat merajai daftar trending topik di berbagai media sosial.

 Baca Juga: Profil dan Biodata Taemin SHINee yang Pindah Tugas Saat Wajib Militer Karena Depresi

Drama Indonesia yang dibintangi Putri Marino, Reza Rahadian, dan Anya Geraldine ini mengisahkan sebuah cerita rumah tangga yang hancur karena perselingkuhan. Selain jalan cerita yang begitu melekat di kehidupan sehari-hari penonton, beberapa adegan pun sempat viral karena begitu berkesan.

Ada tiga alasan mengapa "Layangan Putus" disukai masyarakat bahkan digemasi oleh kalangan ibu-ibu. Pertama, Masyarakat merasa stres dengan berita-berita tentang Covid-19 atau merasa lelah dan tertekan akibat Covid-19, sehingga masyarakat melakukan pelarian dengan mencari tayangan hiburan di televisi digital; Kedua, lantaran pilihan hiburan lain di televisi banyak yang bersifat monoton atau seragam. Sedangkan yang ketiga adalah dengan adanya sinetron itu dapat membangun fantasi bagi masyarakat yang saat ini sedang merasa stres akibat pandemi.

“Layangan putus” menampilkan gambaran kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Melalui “layangan putus”, seorang penulis naskah atau sutradara mengungkapkan problema kehidupan yang sutradara sendiri ikut berada di dalamnya. Film “layangan putus” menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat

Baca Juga: Ibunya Disebut Seperti Toko Emas Berjalan Oleh Warganet, Via Vallen Berikan Jawaban Begini  

 “Layangan putus” merupakan tiruan kehidupan. Layangan putus tidak dapat dipisahkan dari fenomena kehidupan, karena layangan putus mengupas tentang kehidupan manusia. Baik hubungan antarmanusia ataupun hubungan dengan masyarakat atau suatu kelompok, juga peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tantangan Globalisasi dan Transformasi Teknologi

Selasa, 26 Juli 2022 | 18:58 WIB

Demokrasi Pancasila

Rabu, 1 Juni 2022 | 12:01 WIB

Demokrasi dan Populisme

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:34 WIB

Opini WTP versus Korupsi Banten

Jumat, 15 April 2022 | 19:03 WIB

Catatan Untuk Umrah Jamaah Indonesia Kini

Senin, 28 Februari 2022 | 13:20 WIB

Mitigasi Korupsi Dana Desa Melalui Program Desa Digital

Selasa, 22 Februari 2022 | 20:09 WIB

Menimbun Minyak Goreng

Senin, 21 Februari 2022 | 19:00 WIB

Orang Tua Paling Benar?

Minggu, 13 Februari 2022 | 10:30 WIB

Di Balik Layar IPO Saham BRIS (BSI, Tbk.)

Rabu, 2 Februari 2022 | 13:41 WIB
X