• Jumat, 28 Januari 2022

Menafsir Layangan Putus

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:21 WIB
Peran Lydia Danira dalam serial Layangan Putus.  (Instagram @layanganputus.md)
Peran Lydia Danira dalam serial Layangan Putus. (Instagram @layanganputus.md)

Oleh. Eko Supriatno*

Potongan dialog seorang ibu, Kinan dalam serial Layang Putus menjadi viral di media sosial. "Terus kamu bawa dia ke Cappadocia. It's my dream, not her! My dream, Mas," kata Kinan.

Layangan Putus, Serial original WeTV mencetak rekor terbarunya. Tidak hanya menduduki posisi top trending selama berminggu-minggu, WeTV dalam keterangannya, Rabu, mencatat "Layangan Putus" telah ditonton lebih dari 15 juta kali dalam satu hari penayangannya, demikian dilansir Antara.

 "Layangan Putus" menjadi topik yang paling banyak dicari di media sosial, mengalahkan pencarian untuk tayangan-tayangan lainnya. Tagar dan percakapan tentang "Layangan Putus", Aris, Kinan dan Lydia sempat merajai daftar trending topik di berbagai media sosial.

 Baca Juga: Profil dan Biodata Taemin SHINee yang Pindah Tugas Saat Wajib Militer Karena Depresi

Drama Indonesia yang dibintangi Putri Marino, Reza Rahadian, dan Anya Geraldine ini mengisahkan sebuah cerita rumah tangga yang hancur karena perselingkuhan. Selain jalan cerita yang begitu melekat di kehidupan sehari-hari penonton, beberapa adegan pun sempat viral karena begitu berkesan.

Ada tiga alasan mengapa "Layangan Putus" disukai masyarakat bahkan digemasi oleh kalangan ibu-ibu. Pertama, Masyarakat merasa stres dengan berita-berita tentang Covid-19 atau merasa lelah dan tertekan akibat Covid-19, sehingga masyarakat melakukan pelarian dengan mencari tayangan hiburan di televisi digital; Kedua, lantaran pilihan hiburan lain di televisi banyak yang bersifat monoton atau seragam. Sedangkan yang ketiga adalah dengan adanya sinetron itu dapat membangun fantasi bagi masyarakat yang saat ini sedang merasa stres akibat pandemi.

“Layangan putus” menampilkan gambaran kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Melalui “layangan putus”, seorang penulis naskah atau sutradara mengungkapkan problema kehidupan yang sutradara sendiri ikut berada di dalamnya. Film “layangan putus” menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat

Baca Juga: Ibunya Disebut Seperti Toko Emas Berjalan Oleh Warganet, Via Vallen Berikan Jawaban Begini  

 “Layangan putus” merupakan tiruan kehidupan. Layangan putus tidak dapat dipisahkan dari fenomena kehidupan, karena layangan putus mengupas tentang kehidupan manusia. Baik hubungan antarmanusia ataupun hubungan dengan masyarakat atau suatu kelompok, juga peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riwayat Ibukota Turki dan Indonesia

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:26 WIB

Arteria Dahlan, Noda Hitam Rasisme Bahasa

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:03 WIB

Waktunya Beres-beres dengan PPS

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:06 WIB

Menafsir Layangan Putus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:21 WIB

Kebenaran yang Tak Terorganisir

Rabu, 5 Januari 2022 | 21:02 WIB

Menjaga Dana Desa

Kamis, 9 Desember 2021 | 10:57 WIB

Aku Mau Jadi Insinyur

Minggu, 28 November 2021 | 12:00 WIB

Urgensi Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:22 WIB

Mendaratkan Strategi Darurat Narkoba

Kamis, 9 September 2021 | 19:06 WIB

Urgensi Pendidikan Agama Islam bagi Remaja

Jumat, 2 Juli 2021 | 14:00 WIB
X