• Kamis, 27 Januari 2022

Mendaratkan Strategi Darurat Narkoba

- Kamis, 9 September 2021 | 19:06 WIB
Riswanda Phd. Ia adalah akselerator kebijakan Indonesia, pengulas solusi strategis kreatif dan kritis-konstruktif atas tantangan penerapan kebijakan publik.
Riswanda Phd. Ia adalah akselerator kebijakan Indonesia, pengulas solusi strategis kreatif dan kritis-konstruktif atas tantangan penerapan kebijakan publik.

Oleh: Riswanda

Adagium ‘Indonesia Darurat Narkoba’ tidaklah berlebihan menukil angka jumlah penyalahguna narkotika di negeri ini yang mencapai 3,41 juta orang (BNN 2021). Terdapat 2.884 kawasan rawan narkoba berkategori ‘waspada’ dan ‘bahaya’. Fakta ini belum termasuk indikasi tingkat kerawanan wilayah di negeri ini, dan bertambahnya klaster peyalahguna. Kejutan daya rusak, jeratan adiksi, dan temuan jenis baru mencorakkan kebutuhan akan munculnya langkah aksi penanggulangan serius.

Instruksi Presiden (Inpres) no. 2/2020, tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024, menandai akselerasi kebijakan publik menghadapi kedaruratan narkoba. Inpres ini menjahit ragam sektor yang selama ini berada di fokus kewilayahan kerja masing-masing.

Terdapat lebih kurang tujuh belas produk regulasi terpaut P4GN di Kementerian/Lembaga dalam rentang tahun 2018-2019, belum termasuk langgam turunan regulasi tersebut di tingkat daerah. Artinya, sorotan kebijakan di zona P4GN dapat dikatakan tanggap. Memastikan tercapainya luaran keberlanjutan dari ramuan kebijakan strategis adalah utama. Mengapa begitu?

Pertama, menentukan derap langkah bersama lintas kelembagaan negara dan lebih lagi merangkul mitra kelembagaan komunitas butuh renungan kritis. Lebih lagi jika dihadapkan pada corak keunikan sosial-budaya, melintas wilayah geografis-demografis Indonesia. Berkembangnya ragam tafsir atas produk regulasi kebijakan nasional adalah sebuah keistimewaan, sekaligus kritik tersendiri.

Penafsiran berbeda bisa saja menimbulkan kekeliruan persepsi pelaksana di lapangan. Kejanggalan persepsi mudah saja berimbas kerumpangan tolak ukur penilaian tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan bersama. Sistem monitoting evaluasi di lingkup kelembagaan keluarga, pendidikan, pekerja dan masyarakat membutuhkan tafsir senada atas tolak ukur capaian tadi.

Kedua, rumusan bersama Inpres 2/2020 menyasar ruang-ruang kerja vital untuk Indonesia. Ruang sosial, hukum dan hak azasi manusia, kesehatan, lalu pertahanan-keamanan hanya sebagian yang dapat disebut dari keseluruhan lingkup sasaran RAN P4GN. Secara strategis, lingkaran inklusif ini adalah nilai lebih gugus tugas nasional. Karena memang permasalahan penanggulangan narkoba sendiri bersifat sistemik.

Aspek penyalahgunaan bisa jadi saling kait-mengait dengan aspek lain di luar gambaran pemetaan masalah utama. Kemiskinan pendidikan bertali kekurangan ekonomi, misalnya, dapat dengan instan mengubah seorang penyalahguna menjadi bandar. Melekatnya stigma sosial terhadap penyalahguna tadi bisa jadi memperburuk situasi. Ketiga aspek sistemik ini beririsan di banyak situasi.

Fakta ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi garda nasional dan eksekutor kebijakan di daerah untuk mendaratkan rancangan strategis ke dalam langkah-langkah aksi dinamis. Penentuan prioritas ruang lingkup intervensi oleh tim terpadu daerah menjadi kunci utama.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Terkini

Riwayat Ibukota Turki dan Indonesia

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:26 WIB

Arteria Dahlan, Noda Hitam Rasisme Bahasa

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:03 WIB

Waktunya Beres-beres dengan PPS

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:06 WIB

Menafsir Layangan Putus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:21 WIB

Kebenaran yang Tak Terorganisir

Rabu, 5 Januari 2022 | 21:02 WIB

Menjaga Dana Desa

Kamis, 9 Desember 2021 | 10:57 WIB

Aku Mau Jadi Insinyur

Minggu, 28 November 2021 | 12:00 WIB

Urgensi Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:22 WIB

Mendaratkan Strategi Darurat Narkoba

Kamis, 9 September 2021 | 19:06 WIB

Urgensi Pendidikan Agama Islam bagi Remaja

Jumat, 2 Juli 2021 | 14:00 WIB
X