• Kamis, 9 Desember 2021

Urgensi Pendidikan Agama Islam bagi Remaja

- Jumat, 2 Juli 2021 | 14:00 WIB
Utami (1)
Utami (1)

Masalah remaja adalah suatu topik yang menarik untuk dibicarakan, lebih-lebih pada akhir ini. Dimana telah timbul akibat negatif yang sangat mencemaskan yang akan membawa kehancuran bagi remaja itu sendiri dan masyarakat pada umumnya.


Masalah remaja adalah masalah bagi kita bersama sehingga masalah anak menjadi tanggung jawab dari seluruh masayarakat. Namun dalam hal menangani masalah anak tidak cukup berlandaskan kasih sayang (meskipun dasar ini penting sekali) dan karena itu perlu diikuti dengan cara-cara pendekatan yang tepat (misalnya orantua) atau pendekatan profesional (lembaga-lembaga), (Menurut Singgih D.Gunarsah dan Ny.Y.Singgih D.Gunarsah).


Pengertian remaja dengan istilah “puber”, sedangkan orang-orang Amerika menyebutnya “Adolesensi”. Keduanya merupakan transisi dari amsa anak-anak menjadi dewasa. Sedangkan di Negara Indonesia ada yang menggunakan istilah “akil balig”, “pubertas” dan yang paling banyak menyebutnya remaja (Zulfikli L, 1986:86).


Pendidikan Agama Islam bagi remaja adalah sebagai pedoman, pembimbing, pengendali dan juga pengontrol bagi akhlak dan tingkah lakunya. Sebab hanya agama lah yang dapat mengontrol semua tingkah laku para remaja ke jalan yang lebih baik dan lebih berakhlak.


Remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa, sering disebut masa yang paling rawan akan pengaruh-pengaruh negatif karena masa dimana sedang mencari jati diri yang bersifat masih labil dan belum memiliki pendirian prinsip hidup tersendiri. Makanya perlu mendapatkan bimbingan dan pendidikan terutama agama dari orang tuanya dan dari semua pihak.


Alquran dan hadis yang menjadi sumber utama ajaran Islam dan pendidikan Islam banyak sekali memberikan dorongan pada pemeluknya untuk menciptakan pola hidup yang maju melalui pendidikan. Sehingga dengan pendidikan yang maju, kesejahteraan yang menjadi cita-cita bangsa bisa diraih dengan baik. Maka pendidikan merupakan salah satu jalan tol yang ditempuh untuk meningkatkan derajat dan martabat kemanusian bagi kehidupan dunia dan akhirat. Sehingga fungsi remaja sebagai  khalifah yang melekat pada diri manusia dapat diaktualisasikan dan direalisasikan secara optimal. Karena pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok (dalam bahasa arab :Syubbaanul yaum rijaalul ghod) atau (di dalam bahasa Inggris juga disebut : the young today is the leader tomorrow).


Imam Syafi’I mengatakan : ‘Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya,ia tidak layak disebut pemuda’. Barang siapa yang menjaga (syariat/batasan) Allah, niscaya Allah akan menjaganya.


Hal ini juga semakna dengan yang sangat banyak dijumpai dalam Alquran yaitu:


إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Halaman:

Editor: Dewa

Tags

Terkini

X