• Minggu, 5 Februari 2023

Buruh Minta Biaya Set Top Box Dihitung, Apindo Usulkan Tidak ada Kenaikan UMK 2023

- Selasa, 29 November 2022 | 21:03 WIB
Suasana sidang pleno penentuan UMK tahun 2023 di Kabupaten Serang yang sempat berjalan alon dan deadlock di ruang rapat KH. Syam'un, Pemkab Serang, Selasa 29 November 2022. (Rahmat Tanjung/Bantenraya.com)
Suasana sidang pleno penentuan UMK tahun 2023 di Kabupaten Serang yang sempat berjalan alon dan deadlock di ruang rapat KH. Syam'un, Pemkab Serang, Selasa 29 November 2022. (Rahmat Tanjung/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Sidang pleno penentuan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2023 di Kabupaten Serang berjalan alot.

Pasalnya, masing-masing pihak memiliki pendapat berbeda terkait besaran UMK yang akan diusulkan ke pemerintah provinsi.

Bahkan pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menginginkan tidak ada kenaikan UMK.

Baca Juga: Sinopsis Series Kupu-Kupu Malam Episode 3A dan 3B: Awal Pertemuan Raffi dan Laura, Tumbuh Benih Cinta?

Dalam sidang pleno yang digelar di ruang rapat KH. Syam'un, Pemkab Serang itu, pemerintah yang diwakili Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perguruan Tinggi mengusulkan kenikan UMK sebesar 6,23 persen.

Uuslan itu didasarkan pada Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Upah Minimum 2023.

Kemudian, serikat pekerja dan serikat buruh mengusulkan kenaikan 13 persen yang didasarkan pada hasil survei oleh mereka.

Baca Juga: Kode Redeem FF Free Fire Terbaru 30 November 2022, Menangkan Diamond, Skin Epic dan Hadiah Menarik

Sedangkan, Apindo tetap mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai turunan Undang-Undang Cipta Kerja atau tidak ada kenaikan UMK untuk tahun 2023.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami mengatakan, hasil sidang pleno penentuan UMK tersebut akan direkomendasikan kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X