Per Bulan 250 Kontainer Ikan Diekspor dari Banten, Negara Besar Ini Jadi Tujuan Utama

- Minggu, 27 November 2022 | 18:18 WIB
Gambar ikan yang dijual di salah satu pasar di Kota Cilegon.   (Gillang Bantenraya.com)
Gambar ikan yang dijual di salah satu pasar di Kota Cilegon. (Gillang Bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM – Dalam sebulan, lebih dari 250 kontainer produk hasil perikanan diekspor ke luar negeri. 

Ekspor dilakukan terhadap ikan olahan seperti udang vaname, rumput laut, telur ikan pollock, tepung rumput laut, serta kulit ikan hiu, kulit ikan pari, sirip ikan hiu, dan gelembung ikan renang. 

Hasil olahan ikan yang diekspor dalam bentuk frozen.

 Data yang diperoleh Banten Raya dari Stasiun Karantina Ikan dan Pengendali Mutu atau KIPM Merak, pada 2022 ini dari Januari hingga Oktober telah melakukan sertifikasi terhadap ikan atau olahan ikan yang diekspor. 

Baca Juga: Argentina Menang dan Arab Saudi Tumbang, Persaingan Grup C Piala Dunia 2022 Makin Panas hingga Akhir

Udang vaname frozen sebesar 29.915.547 kilogram, kulit ikan pari 23.506 kilogram, sirip ikan hiu sebesar 18.502 kilogram, tepung rumput laut 102.903 kilogram, telur ikan pollock sebesar 360 kilogram, bibit udang vaname 465.300 kilogram, induk udang vaname sebesar 304 kilogram, pakan udang 14 kilogram.

 Kepala Stasiun KIPM MErak Iromo melalui Kasubsi Pengawasan Pengendalian dan Informasi Muklasin mengatakan, ekspor yang disertifikasi Stasiun KIPM Merak merupakan ekspor produk perikanan yang lokasinya di wilayah Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang.  

“Saat ini, ekspor kita lebih didominasi hasil perikanan, bukan ikan segar atau hidup, tetapi bentuk olahan,” kata Muklasin, Kamis, 24 November 2022.

Baca Juga: Belum Mau Menyerah, Bang Edi Tak Kenal Kata Damai dan Bakal Makin Brutal di Preman Pensiun 7?

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X