• Senin, 28 November 2022

Uji Laboratorium Puslabfor Polri pada Propilen Glikol PT AFI Farma Selesai, Ini Hasilnya

- Jumat, 25 November 2022 | 12:25 WIB
 Produsen farmasi PT Afi Farma dan sederet produknya (afifarma.co.id)
Produsen farmasi PT Afi Farma dan sederet produknya (afifarma.co.id)

BANTENRAYA.COM ---- Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan pengujian terhadap propilen glikol (PG) milik PT AFI Farma.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah propilen glikol (PG) milik PT AFI Farma berada di Abang batas atau melebihi ambang batas.

Propilen glikol (PG) milik PT AFI Farma itu disita oleh polisi ketika kasus gagal ginjal akut pada anak-anak mulai ramai diberitakan.

Baca Juga: Preman Pensiun 7 Episode 20A, Nasib Bang Edi Sudah Jatuh Ketiban Tangga, Pasukan Kang Mus Tetap Jaya

Propilen glikol (PG) milik PT AFI Farma itu lalu kemudian diuji oleh Puslabfor Polri.

Puslabfor Polri pun telah mengantongi hasil dari pengujian propilen glikol (PG) milik PT AFI Farma tersebut.

Diketahui, ratusan anak meninggal dunia akibat meminum obat sirup mengandung propilen glikol (PG) di atas ambang batas.

Baca Juga: Twibbonize Indonesia Gelar Lomba Hari Guru Nasional 2022, Total Hadiah Rp5 Juta, Cek Infonya Di Sini

Dari sejumlah daerah di mana ada kasus gagal ginjal akut pada anak, propilen glikol (PG) disebut sebagai penyebab kematian.

Dikutip Bantenraya.com dari PMJNEWS,  perusahaan pemasok bahan baku obat, yaitu CV Samudera Chemical, ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus gagal ginjal akut.

Sebelumnya, penyidik Polri menemukan 42 drum berisi Propilen Glikol (PG).

Baca Juga: Link Nonton SCTV Online, untuk Menyaksikan Pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, temuan drum tersebut diduga mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG).

“Yang diduga ditemukan ada 42 drum. 42 drum itu Propilen Glikol glikol yang diduga mengandung etilen glikol dan dietilen glikol,” ujar Pipit.

Pipit menjelaskan, barang bukti drum tersebut ditemukan saat penggeledahan, dimana pemilik dari CV tidak ditemukan dan hingga kini masih dicari untuk dimintai keterangan.

“Jadi CV Samudera Chemical itu pemiliknya belum diketahui keberadaannya, tapi kita sudah geledah dan menemukan barang bukti. Barang bukti pengoplosannya ya,” ujarnya.

Polri mengungkap bahan propilen glikol (PG) yang ditemukan dan telah disita dari PT AFI Farma dinyatakan melebihi batas ambang maksimal yang ditetapkan dalam kasus gagal ginjal akut.

Hal tersebut terungkap berdasarkan analisa hasil pengujian yang dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik Polri.

“Berdasarkan hasil analisa penyidik ditemukan adanya kesesuaian barang bukti yang disita dari PT AF yaitu nomor base bahan PG yang diuji Puslabfor Polri menunjukkan hasil di atas ambang batas maksimal,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan..

PT AFI Farma telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gagal ginjal akut bersama dengan CV Samudera Chemical oleh Bareskrim Polri.

CV Samudera Chemical merupakan perusahaan pemasok bahan baku obat sirop oplosan kepada PT AFI Farma. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Angkat Besi Sumbang 2 Emas untuk Kabupaten Serang

Senin, 28 November 2022 | 08:21 WIB

Anak Perempuan SD di Banten akan Diberi Vaksin Kanker

Minggu, 27 November 2022 | 22:37 WIB

Spy x Family Episode 22, Kecemburuan Memuncak Yor

Minggu, 27 November 2022 | 22:18 WIB

Ubi Madu Cilembu S3, Cocok Sebagai Teman Ngopi di Rumah

Minggu, 27 November 2022 | 20:30 WIB
X