Kecamatan Labuan Canangkan Gerakan Bebas Sampah

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:39 WIB
Eko Eko Supriatno (kanan) sebagai Inisiator Tadarus Sosial (istimewa)
Eko Eko Supriatno (kanan) sebagai Inisiator Tadarus Sosial (istimewa)

BANTENRAYA.COM– Tadarus Sosial melalui Rehabilitasi Pandeglang menyelenggarakan acara Focus Group Discussion dengan Tema ‘Sinergi Menuju Labuan Bebas Sampah’, di DM Café & Resto Labuan. Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Dalam acara yang dipandu Welly Zofie, hadir dalam acara tersebut Ace Janurji Camat Labuan, Kapt. Inf. Mane Danramil Labuan, Polsek Labuan dan Sopyan Hadi Kepala Desa Teluk Kecamatan Labuan, dan pejabat terkait serta diikuti segenap komunitas dan masyarakat pemerhati sampah.

Sebagai pemantik diskusi, menghadirkan narasumber Huluful Fahmi dari Founder Rumah Peradaban Banten dan Lukman Nulhakim aktivis Sosial dari Jakarta.

Eko Supriatno sebagai Inisiator Tadarus Sosial memulai pembukaan forum diskusi dengan memaparkan terkait tema yang akan di diskusikan yaitu terkait dengan proses dan tatakelola yang ideal dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Remon Lawan Kun dan Uhen, ini Spoiler Sinetron Preman Pensiun 6 Episode 32


“Diskusi bertujuan untuk menyamakan persepsi, mencari terobosan solusi tentang pengelolaan persampahan guna mewujudkan kondisi lingkungan Labuan yang bersih, sehat, indah dan asri”. Ujar Eko

“Sayangnya, isu sampah plastik ini belum menjadi isu yang populis. Isu ini belum menjadi mainstream di kalangan pembuat kebijakan. Para pemerintah daerah belum sepenuhnya menganggap isu ini seksi. Padahal, kalau ini tidak kita garap bersama-sama, maka hal yang sangat mengerikan akan terjadi tidak hanya dalam waktu yang panjang ke depan tetapi juga dalam waktu yang tidak terlalu lama.” Ujar Eko dalam paparannya.

Pemantik diskusi Huluful Fahmi dari Founder Rumah Peradaban Banten mengatakan bahwa sampah merupakan masalah lingkungan yang klasik di Labuan, terutama Labuan adalah daerah perkotaan yang tingkat intensitas buangan sampahnya paling tinggi.

“Persoalan sampah Labuan akan menjadi bom waktu, meledak menjadi bencana apabila terus dibiarkan. Sebagai wujud untuk terus berkomitmen makanya perlunya sebuah ‘gerakan’ dengan tema Permasalahan dan Solusi Pengelolaan Sampah Labuan. Karena, masalah sampah ini harus diselesaikan dari hulu ke hilir, tidak hanya bergantung ke pemerintah, tetapi masyarakat harus mampu berkomitmen untuk merubah budaya yang sudah ada.
Sehingga kota Labuan yang kita cintai ini bukan hanya maju, tapi juga bisa bersahabat dengan alam dan lingkungan.” Ujar Fahmi.

Baca Juga: Operasi Zebra 2022 Dimulai! Ini Hal yang Tidak Boleh Kamu Langgar atau Siap-siap Kena Denda Segini....

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TV Lokal di Banten Terancam Mati Mulai 1 Januari 2023

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:37 WIB
X