• Sabtu, 3 Desember 2022

Suara Penonton Selamat Tragedi Kanjuruhan: Kok Moro-Moro Nembaki Gas Air Mata dari Tribun 1 Sampai Tribun 14

- Senin, 3 Oktober 2022 | 10:35 WIB
Cuplikan visual rekaman suara kesaksian penonton saat tragedi Kanjuruhan berlangsung.
Cuplikan visual rekaman suara kesaksian penonton saat tragedi Kanjuruhan berlangsung.


BANTENRAYA.COM – Kesaksian Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan saat Tragedi Kanjuruhan, Sabtu,1 Oktober 2022 malam.

Salah satu Aremania menyampaikan kronologis kejadian sebelum terjadinya kerusuhan.

Suara salah satu Aremania terekam dalam video berdurasi 1 menit 16 detik yang diunggak akun Snack Video dipachannel.

Baca Juga: Seberapa Sabar Kamu? Coba Tes di Link Ujian Kesabaran Docs Google Form ini

Berikut rekaman video berserta suara yang beredar di beberapa media social.

Video tersebut diunggah dengan bahasa Malang yang mungkin tidak banyak diketahui warga selain dari Kota Malang, namun dalam video tersebut juga disertai arti dari suara dalam video.

"Tapi Arema iku tertib, asline tertib. Terus iku onok sing mudun siji loro, tapi pemaine Suroboyo wes melbu kabeh (Tapi Arema itu tertib. Terus itu ada yang turun ke lapangan satu, dua, tetapi pemain Persebaya sudah masuk ke ruang ganti semua," kata sumber suara dalam Snack Video dipachannel tersebut.

Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Tribun Stadion yang Aman Diberondong Gas Air Mata

"Opo kok kisruh? Gak kisruh, gak geger gak opo. Mek cuma turun satu dua (Kenapa kok ksiruh? Tidak kisruh, tidak geger apa-apa. Cuma turun satu, dua)," lanjut sumber suara laki-laki tersebut.

"Polisi kan anu mengamankan, sakjane yo sing diamano nok ngisor terus arek-arek mudun. Gak sing nok ndukur sing nok tribun terus ditembaki ambek polisi (Polisi kan anu mengamankan, sebenarnya ya yang diamankan yang dibawah terus anak-anak turun. Tidak yang di atas yang di tribun di tembaki polisi)," kata Video dari dipachannel.

"Lek sing eruh iku sing nonton mambengi, kabeh sak stadion nyalahno polisi, kok moro-moro nembaki gas air mata dari tribun 1 sampai tribun 14 (Kalau yang melihat yang nonton tadiu malam, semua satu stadion menyalahkan polisi, kok tiba-tiba menembakli gas air mata dari tribun 1 sampai triubn 14)," katanya lagi.

Baca Juga: 4 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Nomor 2 Paling Valid

"Misale tribun siji loro, iku lawange mek situk. Yo motone yo perih ditembaki terus gak pisan pindo, opo maning ndek telulas patbelas. Ditembaki terus gak karuan ambek gas air mata (Misalnya trbun satu, dua, itu pintunya Cuma satu. Ya matanya ya perih ditembaki terus tidak sekali dua kali, apalagi di tribun 13 sama 14. Ditembaki terus tidak karuan sama gas air mata)," lanjutnya lagi.

"Dadi iku guduk kesalahane supporter, yo gak geger yo gak anu, biasa. Iku beritanya hoax lek jarene supporter geger tarung. Yo mesti ono sing mati, wes ketok akeh sing mati arek-arek tambah ngamuk (Jadi itu tidak kesalahannya supporter, ya tidak geger tidak anu, biasa. Itu beritanya hoax kalau katanya supporter geger tarung. Ya mesti ada yang mati, sudah ada yang mati anak-anak tambah ngamuk)," tutupnya.*

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPID Banten Ajak Masyarakat Ikut Awasi Isi Siaran

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:29 WIB

Harga Tomat Naik Hampir 3 Kali Lipat

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:23 WIB
X