Korban Rusuh Kanjuruhan Terus Bertambah, Masih Banyak Jenazah Belum Teridentifikasi, Mabes Polri Turunkan Tim

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:57 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (DARI KEPOLISIAN UNTUK BANTEN RAYA)
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (DARI KEPOLISIAN UNTUK BANTEN RAYA)

BANTENRAYA.COM - Masih banyaknya korban tewas yang belum teridentifikasi, Polri mengerahkan tim DVI membantu Polda Jawa Timur (Jatim) untuk mempercepat proses identifikasi koban Tragedi Kanjuruhan, pada laga antara Arema Vs Persebaya.

Untuk diketahui ada 127 orang tewas, 34 di antaranya meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit.

Sementara itu, 94 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Baca Juga: Klarifikasi Pelindo Soal Tangki Solar 300 Kiloliter di Pelabuhan Ciwandan Meledak

Selain korban meninggal, masih ada 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan jika tim DVI Dokkes Polri, tengah dalam perjalanan ke Jawa Timur.

Tragedi berdarah usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur Sabtu, 1 Oktober 2022 (Tangkap layar Instagram.com @aremafcofficial)


"Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segara ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban," katanya dalam rilis yang diterima Bantenraya.com, Minggu 2 Oktober 2022.

Baca Juga: Ernest Prakasa Singgung Menpora Zainudin Amali yang Khawatirkan Sanksi FIFA, Publik: Gak Punya Empati

Dedi menjelaskan Tim DVI datang ke Jatim untuk memberikan pertolongan medis, kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit," jelasnya.

Dikutip Bantenraya.com, ratusan korban nyawa yang melayang terjadi usai pertandingan derby Jawa Timur tersebut. 

Di mana, skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya bertahan hingga pertandingan usai.

Setelah wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, ribuan supporter masuk ke dalam lapangan pertandingan di Stadion Kanjuruhan

Petugas keamanan berupaya menghalau penonton yang masuk ke lapangan, bahkan sampai menembakkan gas air mata. 

Namun, karena jumlah penonton yang terlalu banyak sehingga kerusuhan tak terhindarkan. 

Bahkan, banyak anak kecil yang digendong orang tuanya berlarian saat kerusuhan tersebut. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X