Melihat Aturan FIFA Soal Penggunaan Gas Air Mata yang Diduga Jadi Pemicu Tragedi Kanjuruhan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:06 WIB
Memahami aturan atau regulasi FIFA terkait penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa yang dituding jadi pemicu tragedi Kanjuruhan. (Twitter @akmalmarhali)
Memahami aturan atau regulasi FIFA terkait penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa yang dituding jadi pemicu tragedi Kanjuruhan. (Twitter @akmalmarhali)

BANTENRAYA.COM - Bagaimana sebenarnya aturan dari Asosiasi Sepakbola Dunia atau FIFA terkait penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepakbola? Artikel ini akan membahasnya.

Penggunaan gas air mata menjadi sorotan publik karena diduga menjadi biang keladi terjadinya tragedi Kanjuruhan.

Ya, sebuah peristiwa kelam terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 yang kini ramai disebut sebagai tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Gegara Kasus KDRT pada Lesti Kejora, Inul Daratista Langsung Unfollow Rizky Billar

Tragedi tersebut bermula ketika Arema harus mengakui keunggulan Persebaya dengan skor 2-3.

Suporter yang tak terima dengan haisl tersebut merangsek ke dalam lapangan untuk memburu pemain dan ofisial Arema.

Polisi yang berjaga akhirnya melepaskan gas air mata untuk menghalau suporter ke lapangan.

Baca Juga: Kondisi Terkini Lesti Kejora Setelah jadi Korban KDRT, Rizky Billar Masih di Hati?

Lantaran gas air mata, suporter pun panik dan berupaya keluar dari stadion hingga berdesak-desakan dan terinjak-injak hingga 127 orang meninggal berdasarkan keterangan dari Polda Jawa Timur.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dikutip Bantenraya.com dari Antaranews.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Singo Edan Kehilangan Taringnya Didepan Juku Eja

Sabtu, 4 Februari 2023 | 18:50 WIB
X