• Jumat, 2 Desember 2022

Kisah Pilu di Kanjuruhan, Seorang Ibu Gendong Jenazah Anaknya di Tengah Hujan Gas Air Mata

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:46 WIB
Para penonton yang meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi saat pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (ist)
Para penonton yang meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi saat pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang. (ist)

BANTENRAYA.COM - Tragedi meninggalnya 127 orang di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur menyisakan berbagai kisah pilu.

Tragedi yang terjadi usai pertandingan Arema vs Persebaya tersebut menyisakan duka terkelam di dunia sepak bola.

Salah satu kisah pilu tersebut diceritakan oleh Bagus Pamungkas, wartawan Jawa Pos yang meliput laga Arema vs Persebaya.

Baca Juga: Kesaksian Suporter di Kanjuruhan, Massa Terjebak Gas Air Mata, Ibu-Ibu dan Anak-Anak Lemas Tak Berdaya

Setelah pertandingan usai dan berakhir dengan kekalahan Arema 2-3, pendukung Arema masuk ke lapangan stadion Kanjuruhan.

Bagus menuturkan, ketika dirinya dan para jurnalis lainnya berupaya keluar dari Stadion Kanjuruhan, gas air mata dilemparkan ke arahnya. Ia berusaha menyelamatkan diri.

Korban kerusuhan Sepak Bola

Saat itulah matanya tertuju pada seorang ibu yang menggendong anaknya.

Baca Juga: Kisah Korban Selamat di Kanjuruhan, Tembakan Gas Air Mata Dituding Jadi Penyebab Banyaknya Korban

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPID Banten Ajak Masyarakat Ikut Awasi Isi Siaran

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:29 WIB

Harga Tomat Naik Hampir 3 Kali Lipat

Jumat, 2 Desember 2022 | 17:23 WIB
X