• Rabu, 7 Desember 2022

Sandiaga Uno Optimis Resesi Dunia Tak Ganggu Perkembangan Wisata Indonesia, Asal…

- Kamis, 29 September 2022 | 09:45 WIB
Sandiaga Uno Optimis Resesi Dunia Tak Ganggu Perkembangan Wisata Indonesia, Asal…(Tangkapan layar Youtube Kemenparekraf RI)
Sandiaga Uno Optimis Resesi Dunia Tak Ganggu Perkembangan Wisata Indonesia, Asal…(Tangkapan layar Youtube Kemenparekraf RI)

CILEGON, BANTEN RAYA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan rasa optimis meski aka nada resesi ekonomi global pariwisata Indonesia akan terus berkembang.

Menurut Sandiaga Uno, akan ada beberapa upaya yang dilakukan dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.

Dimana pemerintah harus melakukan investasi kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta pelaku wisata.

Baca Juga: Bakal Terus Tumbuh, Investasi Ekonomi Digital di Indonesia Diprediksi Capai 120 Miliar Dolar AS

Bahkan, Sandiaga Uno juga akan langsung menemui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk bisa mendorong program bagi pelaku UMKM tersebut.

Hal itu agar pelaku UMKM dan Pariwisata tidak mendapatkan guncangan perlambatan ekonomi global.

Dikutip BantenRaya.Com dari Youtube Kemenparekraf RI pada Kamis 29 September 2022, Sandiaga Uno menyampaikan, Kemenparekraf akan menawarkan berbagai program stimulus, peningkatan sumber daya manusia, kesiapan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif mendapatkan keterampilan.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Pekan 11, Tersaji Dua Big Match Persib vs Persija dan Arema vs Persebaya

“Semoga di kuartal III 2022 bisa dipersiapkan, sehingga pada kuartal IV 2022 bisa dipertimbangkan lalu mulai direalisasikan pada 2023 mendatang,” katanya.

Sandiaga menyampaikan, ancaman resesi global sudah beberapa kali disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, untuk itu program yang mampu mengangkat agar perekonomian Indonesia bertahan adalah dengan program kepada pelaku UMKM dan pariwisata serta ekonomikratif.

“Membantu UMKM dengan tambahan modal kerja agar sektor tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” imbuhnya.

Sektor UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif, jelas Sandiaga, akan mampu menciptakan 97 persen lapangan kerja, sehingga nantinya ada pemasukan masyarakat dan menjaga daya beli.

“Harus ada penambahan modal, karena sektor ini kana menciptakan 97 persen lapangan kerja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sri Mulyani menjelaskan, jika beberapa Negara di dunia termasuk Amerika Serikat akan mengalami perlambatan ekonomi.

Untuk itu, sektor ekspor yang akan bisa berdampak dengan perlambatan ekonomi global tersebut.

““Kendati mengalami kenaikan, nanum Indonesia tentu harus terus waspada dan berhati-hati. Sebab, ekspor sangat dipengaruhi Negara tujuan, sementara saat ini Negara tujuan mengalami pelemahan ekonomi dan guncangan. Untuk itu sektor eksternal harus dijaga,” katanya.

Di sisi lain, untuk tetap menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah pusat juga sudah mengucurkan Dana Insentif Daerah (DID) untuk menekan angka inflasi di daerah.

Dimana DID itu akan diberikan kepada 40 daerah yang dinilai berhasil menekan angka inflasi lebih kecil dibandingkan nasional yakni 1,14 persen.

“Seperti diketahui Bapak Presiden memimpin dan meminta kepada daerah mengendalikan harga-harga terutama komoditas pangan yang bisa diantisipasi,” katanya dalam siaran pers Youtube.

“Untuk daerah yang bisa mengendalikan dan menekan inflasinya dari nasional, kita berikan reward pertama untuk 10 provinsi mengendalikan inflasi paling tajam. 15 kabupaten dan 10 kota,” jelasnya. *** 

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X