• Rabu, 7 Desember 2022

Bakal Terus Tumbuh, Investasi Ekonomi Digital di Indonesia Diprediksi Capai 120 Miliar Dolar AS

- Kamis, 29 September 2022 | 09:42 WIB
Bakal Terus Tumbuh, Investasi Ekonomi Digital di Indonesia Diprediksi Capai 120 Miliar Dolar AS. (Youtube Kemenkeu RI)
Bakal Terus Tumbuh, Investasi Ekonomi Digital di Indonesia Diprediksi Capai 120 Miliar Dolar AS. (Youtube Kemenkeu RI)

BANTENRAYA.COM – Investasi ekonomi digital di Indonesia akan terus mengalami kenaikan dan tumbuh hingga 2025 nanti.

Pertumbuhan itu diprediksi akan mencapai 120 miliar dollar AS atau meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 2021 sebesar 70 dolar AS.

Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan investasi ekonomi digital yang tertinggi di Asia Tenggara. Terlebih jika terus tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Pekan 11, Tersaji Dua Big Match Persib vs Persija dan Arema vs Persebaya

Bahkan, pada 2025 nanti diprediksi akan sangat besar melonjak dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara sepanjang Indonesia bisa menjawab berbagai tantangan dan persoalan di dalamnya.

Tantangan dan masalah tersebut seperti pemerataan akses internet yang akan menjadi tantangan utama, dimana masih terjadi disparitas antara akses di Pulau Jawa dan wilayah luar Jawa.

Dikutip BantenRaya.Com dari berbagai sumber pada Kamis 29 September 2022, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, Ekonomi digital di Indonesia terus tumbuh lebih kuat, per tahun 2021, nilai ekonomi diproyeksikan akan mencapai tertinggi.

Baca Juga: Ada 9 Golongan Kendaraan yang Berlaku Menyeberang di Pelabuhan ASDP, Kendaraan Anda Golongan Berapa?

“Diprwediksi di tahun 2025 akan mencapai 120 dolar AS berdasarkan riset Gogle, Tmasek, dan Bain & Company,” katanya dalam acara Konferensi Integrity and Compliance Task Force B 20.

Sri menegaskan, salah satu persoalan yang akan menjadi tantangan adalah bagaimana membangun pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia.

“Masih ada disparitas akses internet khususnya antar wilayah dan tingkat pendapatan, konektifitas utamanya Jawa dan Pulau Lainnya Masih belum merata,” ucapnya.

Tantangan lainnya, papar Sri Mulyani, yakni keamanan siber yang masih menjadi ancaman terhadap ekonomi digital.

“Masih sangat kritis perlindungan data untuk konsumen,” ujarnya.

Terakhir, terang Sri Mulyani, soal pajak pengusaha lokal dan asing menjadi masalah dalam skema pendanaan bagi pengusaha rintisan. Termasuk sumber daya manusia masih minim.

“Berdasarakan peluang dan tantangan tersebut. Indonesia perlu mempersiapkan diri, untuk menghadapi masa depan karena kemajuan teknologi yang akan merupakan cara dunia bekerja,” pungkasnya. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X