Dugaan Suap Gubernur Papua Lukas Enembe, Punya Uang Rp71 Miliar di Rekening hingga di Kasino Singapura

- Kamis, 22 September 2022 | 05:13 WIB
Suasan konferensinpers KPK, Rabu 21 September 2022. KPK telah memblokir rekening Gubernur Papua Lukas Enembe yang berisi uang Rp71 miliar berdasarkan kasus digaan suap. (Tangkapan Layar Youtube KPK RI)
Suasan konferensinpers KPK, Rabu 21 September 2022. KPK telah memblokir rekening Gubernur Papua Lukas Enembe yang berisi uang Rp71 miliar berdasarkan kasus digaan suap. (Tangkapan Layar Youtube KPK RI)

BANTENRAYA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK RI telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus suap gratifikasi perizinan senilai Rp 1 miliar.

Tidak hanya selesai dalam perkara gratifikasi saja, KPK RI juga tegas menyatakan jika masih ada kasus lainnya, sehingga rekening di bank senilai Rp71 miliar milik Lukas Enembe diblokir.

Bahkan, berdasarkan penelusuran Lukas Enembe juga melakukan investasi di Kasiona yang ada di Singapura.

Baca Juga: Sudah Berakhir! ini Rangkuman 4 Konflik di Serigala Terakhir Season 2

Saat ini KPK masih terus mengembangkan dan mencari bukti baru tindak pidana korupsi yang dilakukan Lukas Enembe.

Untuk itu, Lukas Enembe harus menjelaskan dari mana aliran uang sebesar Rp71 miliar yang ada di rekening dirinya dan kasino tersebut.

Dikutip Bantenraya.com dari Youtube KPK pada Rabu 21 September 2022, dikatakan Deputi Penindakan KPK RI Karyoto, berdasarkan penelusuran PPATK pihaknya sudah memblokir rekening Lukas Enembe yang memiliki nilai Rp71 miliar tersebut.

“Penanganan hukum di Papua ini agak berbeda dengan biasanya. Tersangka LE dianggap korupsi Rp1 miliar dan itu diawal dan pengambangannya sangat banyak sekali," katanya.

Baca Juga: Viral Video Aksi Anak SMA Bully Kaum Disabilitas dengan Sadis, Ridwan Kamil Angkat Bicara

"Lalu sudah ada pemblokiran senilai Rp71 miliar atas berbagai jasa perbankkan dan asuransi, dan ini sedang didalami tindak pidana pokoknya apa, apakah suap pengadaan barang dan jasa atau lainnya,” ujarnya saat konferensi pers.

 “Itu cara yang cukup unik dan tidak biasa yang disampaikan PPATK," ucapnya.

"Bahkan, sebagai fasilitator di Singapura itu sudah ada dan akan dipanggil sebagai saksi, apakah terlibat aktif atau pasif dalam menyamarkan hasil kejahatan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Harga Sembako Normal Namun Sepi Pembeli

Saat ini jelas Karyoto, proses hukum tengah berjalan. Bahkan KPK RI sudah melayangkan surat kepada Enembe untuk datang dan memberikan keterangan jika memang aliran dari rekening tersebut bukan dari kasus kejahatan dirinya.

“Masalah pemanggilan LE baru satu kali sebagai tersangka, pada pekan ini akan ada pemanggilan untuk minggu (pekan) berikutnya datang. Ini melanjutkan proses yang sudah dilakukan,” katanya. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X