BBM Vivo Akan Lebih Murah Hingga 2 Bulan Ke depan, Kementerian ESDM Minta Segera Naikan Harganya

- Senin, 5 September 2022 | 08:49 WIB
SPBU Vivo Jalan Tendean, Jakarta Selatan menjual BBM dengan harga Rp8.900 per liter namun stoknya mulai habis (Istimewa)
SPBU Vivo Jalan Tendean, Jakarta Selatan menjual BBM dengan harga Rp8.900 per liter namun stoknya mulai habis (Istimewa)

BANTENRAYA.COM – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU Milik Vivo dibeberapa tempat sampai sekarang masih diserbu masyarakat.

Hal itu karena harga BBM milik Vivo sangat rendah dibandingkan harga milik Pertamina yang sudah menaikkan harga.

Bahkan, di tengah kenaikan BBM tersebut Vivo malah menurunkan harganya.

Baca Juga: Cara Kirim Gambar di WhatsApp Tanpa Pecah, Mudah Sekali!

Di SPBU milik Vivo tersebut menjual jenis BBM Revvo 89 awalnya Rp9.290 diturunkan menjadi Rp8.900.

Lalu Revvo 92 sebelumnya Rp17.250 per liter menjadi Rp15.400, lalu Revvo 95 menjadi Rp16.100 yang sebelumnya Rp18.250.

Karena dinilai terlalu rendah dari harga jual BBM Pertamina maka Kementerian  Energi dan Sumber Daya Mineral  meminta pihak manajemen Vivo untuk menyesuaikan dengan harga jual yang dilakukan Pertamina.

Baca Juga: Nonton Serial Mercury Episode 4 Full HD, Maudy Lolos ke Babak Final

Dikutip BantenRaya.Com dari instagram @memomedsos pada Senin 5 September 2022, Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan, pihaknya sudah membicarakan dengan manajemen Vivo terkait hal tersebut.

“Dengan adanya penyesuaian harga Pertalite, Vivo akan menyesuaikan harganya segera,” katanya.

Rendahnya harga BBM Vivi ujar Tutuka, karena pihak Vivo ingin menghabiskan stok bahan bakar jenis Ron 89 atau Revvo 89 miliknya.

“Menghabiskan stok Ron 89 sampai 2 bulan kedepan dengan harga yang terjangkau masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, pada Sabtu 3 September 2022, pemerintah secara resmi sudah menaikkan harga BBM Pertamina.

Presiden Jokowi mengatakan jika subsidi senilai Rp502,4 triliun pada APBN tersebut sebagian besar justru dinikmati kalangan warga mampu.
"70 persen subsidi dinikmati warga mampu. Itu akan semakin naik pada 2022," katanya.

"Inginya terjangkau tapi subsidi ingin lebih tepat sasaran," ujarnya.

"Mestinya untuk masyarakat tidak mampu dan sekarang pemerintah mengambil keputusan terukur dan pilihan pemerintah dengan mengalihkan subsidi BBM dan akan mengalami penyesuaian," paparnya.

Subsidi BBM  tersebut, jelas Jokowi akan dialihkan agar lebih tepat sasaran, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 20,6 juta warga miskin senilai Rp12,4 triliun.

Lalu Bantuan Upah untuk 16 juta pekerja sebesar Rp9,6 triliun.

Lalu ada juga dari DAU yang akan disalurkan pemerintah daerah kepada ojek, ojek online, angkutan umum dan nelayan sebesar Rp2,1 triliun.

"Untuk BLT itu Rp150 ribu selama 4 bulan mulai September, lalu ada upah Rp600 ribu untuk pekerjaan dengan penghasilan Rp3,5 juta dan juga ada bantuan dari DAU yang diambil pemerintah daerah senilai Rp2,1 triliun," ucapnya.

"Harus tepat sasaran dan menguntungkan masyarakat yang tidak mampu," ujarnya.

Dimana untuk rincian harga Untuk kenaikan sendiri yakni:
Harga di Pertamina
- Solar Rp6.800 per liter
- Pertalite RON 90 Rp10.000 per liter
- Pertamax RON 92 Rp 14.500 per liter
- Pertamax Turbo RON 98 Rp15.900 per liter
- Dexlite CN 51 Rp 17.100 per liter
- Pertamina Dex CN 53 Rp 17.400 per liter.
Rincian harga Vivo
Revvo 89 Rp8.900 per liter.
Revvo 92 menjadi Rp15.400 per liter.
Revvo 95 menjadi Rp16.100. ***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X