Ini Hukum Mempublikasikan Praktik Perdukunan Kata Ketua MUI Pusat

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 17:00 WIB
Tangkapan layar hukum perdukunan dan peramalan dikutip Bantenraya.com dari akun twitter @cholilnafis, Jumat 26 Agustus 2022.
Tangkapan layar hukum perdukunan dan peramalan dikutip Bantenraya.com dari akun twitter @cholilnafis, Jumat 26 Agustus 2022.

BANTENRAYA.COM - Kasus perdukunan belakangan ini menjadi sorotan publik setelah ada aksi pesulap merah Marcel Mardhival yang membongkar trik-trik perdukunan.

Lalu bagaimana hukum mempublikasikan praktik perdukunan yang belakangan ini marak dipertontonkan di media sosial seperti youtube dan yang lainnya.

Ketua MUI pusat Muhammad Cholil Nafis turut menjelaskan hukum mempublikasikan praktik perdukunan, termasuk hukum perdukunan serta hukum peramalan.

Baca Juga: Bukan Hanya Sebagai Pintu Rezeki, Ini 6 Kelebihan Shalat Dhuha Bagi yang Konsisten Melaksanakannya

"Praktek perdukunan (kahanah) dan peramalan (‘iraafah) hukumnya Haram," tulis kiai Cholil Nafis dikutip Bantenraya.com dari akun twitter @cholilnafis, Jumat 26 Agustus 2020.

Selain hukum praktik peerdukunan dan peramalan haram, mempublikasikanya juga haram. "Mempublikasikan praktek perdukunan (kahanah) dan peramalan (‘iraafah) hukumnya Haram," katanya.

Tidak hanya itu, memanfaatkan atau meminta bantuan kepada dukun dan peramal juga perbuatan yang diharamkan.

Baca Juga: Baru Tayang, Film Mencuri Raden Saleh yang Dibintangi Iqbaal Ramadhan Langsung Mencuri Perhatian Penonton

"Memanfaatkan, menggunakan dan/atau mempercayai segala praktek perdukunan (kahanah) dan peramalan (‘iraafah) hukumnya haram," tuturnya.***

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X