• Selasa, 27 September 2022

Pemkot Cilegon Kurangi 5 Ton Sampah Per Hari Dijadikan Bahan Bakar untuk PLTU Suralaya

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:20 WIB
Proses pengeringan sampah hasil penggilingan kasar sebelum dijadikan Bahan Bakar Jumputan Padat atau BBJP di TPSA Bagendung, Jumat, 19 Agustus 2022. (Gillang bantenraya.com)
Proses pengeringan sampah hasil penggilingan kasar sebelum dijadikan Bahan Bakar Jumputan Padat atau BBJP di TPSA Bagendung, Jumat, 19 Agustus 2022. (Gillang bantenraya.com)

BANTENRAYA.COM - Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon memiliki inovasi baru di bawah kepemimpinan Walikota Helldy Agustian. 

Di mana, Pemkot Cilegon bekerjasama dengan PT Indonesia Power dan PLN untuk pengolahan sampah.

Selain mengurangi produksi sampah, barang bekas yang sudah tidak terpakai menjadi bahan yang bermanfaat untuk produksi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Suralaya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis atau UPT Tempat Pembangunan Sampah Akhir atau TPSA Bagendung, Bagus Ardhanto mengatakan, pada 2021 lalu Pemkot Cilegon menandatangani memorandum of understanding dengan PT Indonesia Power untuk pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar jumputan padat atau BBJP. 

Baca Juga: Pendaki Asal Israel Jatuh dari Puncak Gunung Rinjani, Diduga Meninggal Dunia

BBJP digunakan sebagai bahan bakar pendamping batubara di PLTU Suralaya. 

"TPSA Bagendung sebagai pilot project sampah menjadi BBJP. Semua investasi peralatan, bangunan, mesin, biaya listrik dari Indonesia Power, kita hanya tenaga kerja dan tempatnya saja," kata pria yang biasa disapa Dadank, Jumat, 19 Agustus 2022. 

Dikatakan Dadank, saat ini produksi BBJP dari 5 ton sampah menghasilkan 1,5 ton BBJP. Saat ini, Pemkot Cilegon telah bekerjasama dengan PLN untuk produksi BBJP kapasitas 30 ton sampah per hari. 

"Pembangunan gedungnya lagi dilakukan. MoU sudah dilakukan Juni 2022," kata Dadank. 

Halaman:

Editor: Wisnu A Mahendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X