• Kamis, 29 September 2022

Hakim Tolak Bebaskan Pejabat Kilang Pertamina Balongan

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:08 WIB
 Majelis Hakim membacakan putusan sela kasus proyek fiktif pengadaan software di PT IAS yang telah merugikan negara sebesar Rp8,1 miliar, Kamis 18 Agustus 2022.  ( DARJAT NURYADIN / BANTEN RAYA )
Majelis Hakim membacakan putusan sela kasus proyek fiktif pengadaan software di PT IAS yang telah merugikan negara sebesar Rp8,1 miliar, Kamis 18 Agustus 2022. ( DARJAT NURYADIN / BANTEN RAYA )

BANTENRAYA.COM - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Negeri Serang, menolak membebaskan Pjs Senior Manager Operational & Manufacturing PT Kilang Pertamina Internasional unit VI Balongan, Dedi Susanto, dan Bussines Development & Corporate Planning Vice Presiden PT IAS Imam Fauzi dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten.

Dua dari lima terdakwa kasus proyek fiktif pengadaan software di PT Indopelita Aircraft Service atau anak perusahan PT Pertamina yang telah merugikan negara sebesar Rp8,1 miliar itu, keberatan atas dakwaan JPU, karena dianggap kabur, atau tidak jelas. Sehingga keduanya minta dibebaskan dari segala dakwaan.

Sedangkan tiga terdakwa lainnya, Mantan Presiden Director PT IAS, Sabar Sundarelawan, Direktur Utama PT Aruna Karya Teknologi Nusantara (AKTN), Andrian Cahyanto dan Finance & Business Director PT IAS, Singgih Yudianto menerima dakwaan JPU.

Baca Juga: Update Kode Redeem FF Free Fire 19 Agustus 2022, Klaim Hadiah Skin Epic dan Diamond Gratis

Majelis Hakim yang diketuai Slamet Widodo mengatakan jika keberatan yang diajukan terdakwa, dinilai sudah masuk ke dalam pokok materi sidang.
Sehingga eksepsi kedua terdakwa ditolak, dan persidangan akan berlanjut pada tahap pembuktian.

"Eksepsi keberatan terdakwa Dedi Susanto, dan Imam Fauzi tidak dapat diterima. Menyatakan penuntut umum melanjutkan perkara, adalah sah sebagai dasar pemeriksaan materi tindak pidana korupsi atas naman terdakwa Dedi Susanto, dan Imam Fauzi," katanya dalam sidang putusan sela disaksikan JPU Kejati Banten Subardi dan kuasa hukum serta terdakwa, Kamis 18 Agustus 2022.

Sebelumnya, kedua terdakwa Dedi Susanto, dan Imam Fauzi melalui kuasa hukumnya, keberatan tentang dakwaan jaksa penuntut umum yang dinilai tidak jelas dan cermat.

Baca Juga: Mulai 18 Agustus 2022 sampai 31 Desember 2022 Pemprov Banten Hapuskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Sehingga keduanya meminta majelis hakim untuk membebaskan kedua terdakwa dari dakwaan JPU.

Halaman:

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X