• Minggu, 29 Januari 2023

BLT Lebih Efektif Lindungi Masyarakat Rentan Jika Harga BBM Benar-benar Naik

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:25 WIB
Direktur Riset Indef, Berly Martawardaya menyebut Subsidi BBM dinilai lebih regresif sehingga disarankan agar diubah menjadi BLT karena dianggap lebih efektif melindungi masyarakat rentan. (Twitter @bmartawardaya)
Direktur Riset Indef, Berly Martawardaya menyebut Subsidi BBM dinilai lebih regresif sehingga disarankan agar diubah menjadi BLT karena dianggap lebih efektif melindungi masyarakat rentan. (Twitter @bmartawardaya)

Angka tersebut lebih baik dari Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen, Jerman 7,5 persen, dan Prancis yang mencapai 6,1 persen.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan tren positif pemulihan ekonomi Indonesia tengah dihadapkan pada persoalan subsidi energi sebagai dampak dari gejolak ekonomi global.

Oleh karenanya, evaluasi subsidi BBM layak dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi beban fiskal.

Baca Juga: Sinopsis One Piece Episode 1030, Terungkapnya Alasan Shanks Tinggalkan Uta

"Tren pemulihan ekonomi akan mengalami gangguan karena gejolak ekonomi global yang menuju resesi," tuturnya.

"Evaluasi subsidi BBM menurut saya layak dilakukan karena bisa mengurangi beban fiskal," terang Teguh.

Selain itu, dampak inflasi sudah cukup memberatkan masyarakat meski BBM belum naik. Hal itu bisa dilihat dari kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.

Baca Juga: Lirik Lengkap dan Arti dari Lagu Sikok Bagi Duo yang Viral di TikTok

"Artinya, dari sisi perlindungan sosial atau bantalan sosial, walaupun belum ada evaluasi harga BBM, harga kebutuhan pokok sudah naik," tandasnya.

Perlindungan sosial

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X